Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak 17.474 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 Unsri mengikuti ujian tertulis Selasa (31/5).
Ada sekitar 53 titik lokasi tes yang tersebar di beberapa instansi pendidikan, baik perguruan tinggi maupun sekolah yang ada di Palembang.Dalam tes ini panitia fokus memperketat pengawasan praktik perjokian SBMPTN.
Ketua Panitia Lokal (Panlok) SBMPTN Unsri, Prof Dr Zulkifli Dahlan, MSi, DEA mengatakan, panitia sendiri sudah menurunkan tim untuk memantau jalannya ujian. Termasuk mengantisipasi jika ada joki yang rentan menyusup saat ujian berlangsung, bisa jadi praktik perjokian ini terjadi jika panitia tidak jeli.
“Sebelum ujian, peserta harus menyiapkan beberapa persyaratan. Selain membawa alat tulis, wajib juga membawa SKL (Surat Keterangan Lulus –red) bagi yang lulus 2016 dan ijazah asli untuk angkatan 2014 dan 2015,” katanya.
Pihaknya akan menolerir bagi peserta yang lupa membawa SKL maupun ijazah. Kalau tertinggal boleh ikut ujian, namun setelah ujian langsung ambil di rumah. Barulah panitia membuat berita acara.
”KL dan ijazah ini penting, karena panitia bisa mendeteksi apakah yang ikut ujian peserta asli atau joki. Kalau ketahuan ada joki, maka akan kita tindak,” tegasnya.
Menghadapi perjokian ini, pihaknya akan bekerja sama dengan PTN lain. Karena seperti tahun-tahun sebelumnya, ada mahasiswa aktif di Unsri yang ketahuan melakukan perjokian. Pihak Unsri pun dengan tegas langsung memberhentikan.
“Memang pernah ada kejadian seperti itu. Makanya saat ujian kita butuh identitas asli peserta. Semoga saja untuk tahun ini tidak ada praktik perjokian,” jelasnya. (sam)











