Kantor Google Perancis Digerebek dan Disegel Polisi

Rabu, 25 Mei 2016
Kantor Google Prancis Digerebek dan Disegel Polisi

Paris, Sumselupdate.com – Tak hanya di Indonesia, perusahaan raksasa internet Google juga tengah dirundung masalah di negara Perancis. Bukan karena virus atau gangguan teknologi. Melainkan, karena pemerintah setempat menganggap Google enggan membayar pajak. Polisi menggerebek dan menyegel kantor Google Prancis itu yang teretak di dekat Stasiun Kereta Api Gare Saint-Lazare, Selasa pagi (24/5) waktu setempat.

Dikutip dari laman Kompas.com Rabu (24/5) yang melansir dari Cnet, pemerintah Perancis meminta Google membayar pajak dan dendanya sebesar 1,12 miliar dollar AS atau setara Rp 15,2 triliunan.

Read More

Nilai itu dianggap adil jika dihitung dengan pendapatan yang diraup Google di Negara Menara Eiffel. Sayangnya, Google dianggap tak cepat merespons permintaan pemerintah.

Penggerebekan ini langsung ditanggapi juru bicara Google. Ia mengindikasikan pihaknya tak memiliki masalah pajak, namun akan berkomunikasi lebih lanjut dengan pemangku kebijakan di Perancis.

“Kami mematuhi hukum pajak di Perancis, seperti di negara-negara lain,” kata dia. “Kami bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang untuk menjawab pertanyaan mereka,” ia menambahkan.

Ini bukan pertama kalinya perusahaan Mountain View tersebut bersitegang dengan pemerintah Perancis soal pajak. Sebelumnya, pada Juni 2011, Google juga diawasi karena dituduh menransfer transaksi bisnis di Perancis ke Irlandia.

Isu sama di Indonesia
Di Indonesia, Google juga sempat disorot pemerintah karena masalah pajak. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) menuntut agar Google segera membuat Badan Usaha Tetap (BUT) di Tanah Air.

Pasalnya, selama ini Google hanya membuat kantor perwakilan, bukan kantor tetap. Karenanya, transaksi bisnis Google yang terjadi di Tanah Air tak berpengaruh pada peningkatan pendapatan negara.

Padahal transaksi bisnis periklanan di dunia digital pada tahun 2015 mencapai 850 juta dollar AS atau sekitar Rp 11,6 triliun.

Menurut Menkominfo Rudiantara, 70 persen dari nilai itu didominasi perusahaan internet global yang beroperasi di Indonesia. Selain Google, dua perusahaan lainnya adalah Facebook dan Twitter. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts