Palembang, Sumselupdate.com – Puluhan warga Jalan KI Marogan, Lorong Aman, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang resah dengan adanya insiden pembunuhan yang dilakukan terduga Ican (33) terhadap Nur Fadhila Putri (8).
Akibatnya, warga merusak rumah kayu milik keluarga terduga Ican dengan menggunakan senjata tajam.
Aksi yang dilakukan warga berawal pada, Minggu (21/5/2017) ba’da magrib warga usai menggelar yasinan melihat pelaku berada di lantai II Tempat Kejadian Perkara (TKP). Melihat adanya keberadaan Ican, menggunakan senjata tajam warga menyerbu ke rumah tersebut.
Namun kedatangan warga ke sana menjadi sia-sia lantaran pelaku menghilang di dalam rumah meski telah dikepung warga.
Menurut desas-desus dari warga yang bersangkutan, memiliki ilmu hitam berupa ilmu belut. Keyakinan warga itu semakin menjurus tatkala Ican sulit ditangkap dan selalu menghiang ketika dikepung.
Rusmiati seorang warga mengatakan, pasca kejadian, masyarakat di sana telah berjaga-jaga untuk menangkap pelaku. Namun, karena Ican terkenal sangat licin sehingga sulit sekali ditemukan keberadaannya.
“Waktu dikepung malam kemarin dia itu hilang, kami semua heran. Warga keliling patroli mencarinya, sehingga warga yang resah merusak rumah pelaku dengan senjata tajam,” ujarnya saat ditemu dilokasi kejadian, Senin (22/5/2017).
Usai melakukan pemerkosaan dan diduga membunuh Nur Fadhila Putri (8), pelaku Ican sempat mengancam akan mencari dua lagi anak perawan Jalan KI Marogan, Lorong Aman, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang.
Pria yang baru satu minggu keluar penjara itu sempat bertemu dengan seorang warga dan memberikan ancaman mencari mangsa baru tersebut guna menyempurnakan ilmu hitam yang sedang didalaminya.
Warga yang resah dengan adanya ancaman itu pun mulai mengungsi ke rumah saudara mereka khususnya bagi masyarakat pemilik anak kecil perempuan. Bahkan, anak-anak sekolah diantar dan dijemput oleh keluarga mereka demi menjaga kesalamatan.
Terlihat di gang sempit itu beberapa warga nampak hilir mudik menjemput anak mereka sekolah.
“Dia sempat ancam mau cari korban lagi. Jadi saya jemput langsung pulang sekolah. Kami takut kalau perkataannya benar untuk menyempurnakan imu belutnya,” jelas Kevin warga di sana.
Ketua RT 23, Sudarioso juga mengakui banykanya warga mereka yang mengungsi ke rumah keluarga masing-masing jauh dari kampung mereka. Masyarakat khawatir jika pelaku mengulangi kembali kelakukan kejinya.
”Warga semakin percaya dia ada ilmu hitam saat digerebek Ican menghilang. Ibu-ibu yang punya anak perempuan langsung mengungsikan anak mereka,” jelas dia.
Terus mencari keberadaan terduga Ican menggunakan senjata tajam, warga yang percaya pelaku memiliki ilmu hitam belut menggelar berbagai ritual sebagai penangkal.Nampak beberapa ibu-ibu nampak membawa garam dan abu gosok kemudian menaburkan garam disepanjang jalan yang dilalui oleh pelaku Ican.
Dengan melakukan ritual tersebut diharapkan ilmu hitam milik Ican tidak berfungsi dan luntur sehingga yang bersangkutan bisa segera ditangkap.
Kusmiati (45), warga sekitar menerangkan ritual yang digelar mereka dapatkan dari orang pintar agar ilmu dari Ican segera luntur. Sehingga ketika akan digerebek pelaku tidak bisa kabur kemana-mana lagi.
“Biar mudah nangkapnya kata orang pintar harus taburkan garam dan abu gosok. Katanya kan dia itu punya ilmu hitam jadi kita percaya. Dengan harapan apa yang kita lakukan ini pelaku segera tertangkap,” kata Kusmiati. (tra)











