Presiden Jokowi: Sudah Takdir Allah Kita Beragam

Rabu, 26 April 2017
Presiden Jokowi menghadiri peringatan Isra Mi’raj di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa 25 April 2017 (foto: setkab.go.id)

Purwakarta, Sumselupdate.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi)  meyakini bahwa dengan ibadah salat yang khusyuk, seseorang akan dapat mencapai kesalehan individu dan kesalehan sosial, sehingga hubungan dengan sesama manusia menjadi harmonis, penuh solidaritas, karena melampui sekat-sekat geografis, sekat-sekat bahasa, dan sekat-sekat golongan.

“Hubungan seperti itu sangat diperlukan, terlebih saat ini mata dunia sekarang sedang memandang Indonesia,” kata Jokowi saat memberikan sambutan pada acara peringatan Isra Mi’raj tahun 2017 di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (25/4) siang, seperti dikutip dari laman setkab.go.id.

Read More

Presiden menjelaskan, Indonesia banyak dipakai sebagai rujukan dalam mengelola keberagaman. Ia menyebutkan, beragam suku, beragam agama, beragam ras, beragam golongan, sudah menjadi anugerah dari Allah kepada kita Indonesia.

“Sudah menjadi takdir Allah, sudah menjadi hukum Allah, sudah menjadi kehendak Allah, bahwa kita memang beragam,” tegas Presiden Jokowi.

Kalau dibandingkan dengan negara-negara yang lain, lanjut Presiden, kita bisa melihat paling satu negara itu hanya satu, dua, tiga suku paling banyak. Sementara Indonesia memiliki 714 suku.

“Bayangkan! Memiliki 1.100 lebih bahasa lokal, memiliki agama yang berbeda, memiliki 17.000 pulau yang dihuni tadi oleh bermacam-macam suku, memiliki 516 kota dan kabupaten dan 34 provinsi,” ujar Jokowi seraya menambahkan, tidak ada negara di dunia sebesar Indonesia.

Presiden Jokowi merasa perlu mengingatkan hal itu, kenapa kita perlu menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga negara kita Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jadi, lanjut Presiden, jangan sampai ada diantara kita ini yang gampang di kompor-komporin, gampang dipanas-panasin. “Lihatlah kalau sudah bertikai itu 714 suku kita ini. Inilah yang perlu saya ingatkan,” ujarnya.

Peringatan Isra Mi’raj yang digelar bertepatan juga dengan Istighotsah Akbar dan dialog kebangsaan Forum Silaturahmi Guru Ngaji (FSGN) ini mengangkat tema “Bersama Guru Ngaji Merawat NKRI”.

Tampak hadir dalam acara itu antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Bupati Purwakarta, dan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Abah K.H. Adang Badruddin. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts