Palembang, Sumselupdate.com – Hari ketiga pelaksanaan Festival Akuatik Indonesia, perenang Sumsel berguguran setelah sebagian besar tidak lolos dalam babak final dan belum ada satu pun medali yang disumbangkan.
Dalam kejualaan ini, pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia Sumsel menurunkan 43 atlet renang yang memang rata-rata pemula, dengan usia 13-16 tahun dan diketahui hanya tiga atlet senior ikut serta, yakni Sinta, Okta dan Raudha.
“Pertandingan renang terakhir besok, atlet kita juga masih ada yang turun. Tapi memang harapan meraih medali cukup sulit,” kata Sekretaris Umum PRSI Sumsel Hunce J Hamzah, Senin (24/4/2017).
Menurutnya, sejauh ini hasil terbaik yang bisa diraih perenang asal Sumsel, yakni rangking 7 di Final B. Ada yang menempati peringkat 12 di babak penyisihan kelompok umur.
Sehingga dirasa hasil ini masih jauh dari harapan, mengingat sebenarnya Sumsel punya bibit atlet potensial dan fasilitas venue berstandar Internasional. Bahkan kalah bersaing dari Lampung yang bisa menyumbang dua medali perunggu.
“Di kejurnas ini kelasnya sudah seperti Indonesia Open, karena atlet Pelatnas pun ikut serta. Tapi, tetap saja, di kelompok umur juga belum menunjukkan ranking yang baik, rata-rata rangking 6 dan 7,” ucapnya.
Hasil mengecewakan itu, kata Hunce, jelas menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pihaknya. Usai pagelaran ini mereka akan melakukan evaluasi untuk membahas apa kekurangan dan kendala yang dihadapi atlet maupun pelatih. “Mulai perbaikan dari segi latihan, hingga kemungkinan kita akan pakai pelatih asing,” tandasnya.
Namun keikutsertaan sejumlah perenang muda Sumsel ini tidak disesali. Sebab, Hunce juga berharap ajang kejurnas ini bisa menambah pengalaman atletnya dan mengukur kekuatan lawan.
“Perkembangan atlet kita sebenarnya bagus, tapi daerah lain juga meningkat. Inilah yang pemikiran kita ke depan, bagaimana agar prestasi atlet bisa selaras dengan fasilitas yang ada,” ucapnya. (tra)











