PALI, Sumselupdate.com – Mutu sekolah ternyata tidak ditentukan dimana lokasinya berada. Karena, selama ini masyarakat cenderung menganggap sekolah di perkotaan levelnya lebih tinggi dari pada sekolah di pedesaan.
Terbukti, meski SMK Negeri 1 Penukal, di Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten PALI jauh dari pusat kota, namun prestasi maupun kualitas sekolah ini tidak dapat dipandang sebelah mata.
Di bawah kepemimpinan Ahmad Jhon Areli, sekolah kejuruan negeri pertama di Bumi Serepat Serasan ini telah menjalin kerjasama dengan beberapa pihak mumpuni. Semua itu untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar.
Serta tujuan akhirnya adalah, sekolah ini dapat menciptakan siswa berprestasi, mempunyai life skill yang kompeten dan siap bersaing di dunia usaha/dunia industri atau melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Seperti baru-baru ini, SMKN 1 Penukal telah menjalin kerjasama pendidikan, pelatihan dan kerja praktik dalam bidang informatika dan teknik komputer dengan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang pada Rabu (18/4).
Nota persetujuan kerjasama itu ditandatangani langsung oleh Kepala SMKN 1 Penukal dan Dekan Fasilkom Unsri, Jaidan Jauhari.
Kepala SMKN 1 Penukal, A Jon Areli kepada media ini mengatakan, ada beberapa manfaat dari kerjasama dengan Fasilkom unsri tersebut, di antaranya siswa bisa magang atau praktik kerja industri disana, pelatihan bagi guru dan prioritas bagi lulusan SMKN 1 untuk kuliah di Fasilkom Unsri.
“Selain itu, Fasilkom Unsri juga akan memfasilitasi bagi siswa magang atau kuliah yang berprestasi, untuk mendapat beasiswa atau pekerjaan serta info terkait perkembangan dunia ilmu komputer, serta banyak manfaat lainnya,” ujar Jhon.
Selain menjalin kerjasama dengan Fasilkom Unsri, SMKN 1 Penukal sebelumnya juga telah membuat kesepakatan dengan PT Astra Honda Motor (AHM). Kerjasama ini dibidang kurikulum untuk jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM).
“Kerjasamanya telah berjalan, baru saja dua orang guru ikut pelatihan terkait kurikulum secara online. Dan siswa kita juga ikut seleksi lomba tingkat nasional,” ungkap Jhon.
Ditambahkan oleh Jhon, masih banyak pihak yang menjadi target kerjasama oleh pihaknya. Namun terkendala kurangnya SDM (Guru PNS) di SMKN 1 Penukal dan minimnya dana operasional. “Masih banyak target kerjasama, seperti dengan luar negeri yang sudah dirintis di beberapa negara Eropa, namun kita kurang SDM, serta minim dana, jadi belum bisa dilakukan,” imbuhnya.
Menurut Jhon, yang sangat diperlukan sekarang adalah dukungan masyarakat, dunia usaha/ dunia industri, Pemerintah dan Legislatif serta semua unsur yang peduli dengan pendidikan. “Tapi dalam bentuk riil apa yang dibutuhkan SMK saat ini adalah komunikasi secara langsung dengan pihak terkait,” pungkas Jhon. (adj)











