PALI, Sumselupdate.com – Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT-PPTPPO) Sumsel menggelar sosialisasi pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Gedung Pesos, Komplek Pertamina Pendopo, Kabupaten PALI.
Sosialisasi tersebut bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (BPPKBPPPA) PALI dihadiri Ketua GT-PPTPPO Sumsel H. Ishak Mekki.
Kedatangan H.Ishak Mekki yang saat ini menjabat sebagai wakil Gubernur Sumsel ini disambut Tari Serepat Serasan dari sanggar tari binaan TP PKK Kabupaten PALI yang diketuai Hj Sri Kustina.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPP-PA) Hj Susna Sudarti menyampaikan laporannya, dimana peserta sosialisasi berjumlah 500 orang dari anggota GT-PPTPPO, Kepala OPD, Kades dan pelajar.
“Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang,” katanya, Rabu (12/4/2017).
Sementara itu, Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM menyampaikan pesannya kepada seluruh peserta sosialisasi bahwa di dunia ini seluruh warga boleh berjualan apa saja, tetapi ada dua yang dilarang, yakni berjualan manusia dan narkoba.
“Perdagangan orang merupakan bentuk perbudakan modern dan berlangsung secara sistematis. Untuk itu pemerintah harus menutup ruang gerak terciptanya perdagangan orang,” tuturnya.
Ditempat sama, H.Ishak Mekki mengatakan bahwa kasus perdagangan orang di Sumsel masih saja terjadi, tapi saat ini jumlahnya sudah menurun. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan, peserta bisa menyampaikan pengetahuan kepada seluruh masyarakat agar mewaspadai kasus perdagangan orang.
“Berbicara masalah perdagangan orang, korbannya selalu anak dan perempuan. Tentu harus dicegah, jangan sampai terulang bahkan tambah marak. Kasus ini terus kita tekan. Untuk itu, kita sosialisasikan agar warga paham akan bahayanya dan berani melapor bila ada kasus seperti itu,” harapnya.
Diakui Ishak Mekki, bahwa sampai saat ini di Kabupaten PALI belum terjadi kasus perdagangan orang. Namun semua itu tetap harus diwaspadai. Sebab pelakunya selalu tidak melihat siapa korban dan tidak segan-segan serta tidak milih-milih.
“Biasanya pelakunya orang dekat dari korban dan korbannya rata-rata di daerah yang kondisi ekonomi nya rendah. Jangan terbuai iming-iming tidak masuk akal, jangan mudah percaya dan tetap waspada serta laporkan ke kami bila ada kasus perdagangan orang,” tandasnya. (adj)











