KONI Sumsel Terapkan Atlet Promosi dan Degradasi

Selasa, 4 April 2017
Kontingen Sumsel di PON XIX 2016 di Jawa Barat.

Palembang, Sumselupdate.com – Geliat Sumsel menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Provinsi Papua mendatang, rupanya telah dipersiapkan. Untuk itu, program pembinaan bertajuk Sriwijaya 2020 telah dirancang.

Berada di urutan ke-21 pada PON XIX 2016 di Jawa Barat,  seolah memberikan efek jera pada Sumsel untuk serius dalam pembinaan atlet.

Read More

Untuk itu, program pembinaan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel ini diharapkan dapat memperbaiki prestasi Sumsel di multi event olahraga empat tahunan itu.

“Yang jelas progressnya saat ini, atlet dan pelatih sudah dalam proses pelatihan. Tinggal menunggu dukungan dari KONI, namun kita sudah membentuk satgas,” terang Ketua Satgas Sriwijaya 2020 Ahmad Yusuf Wibowo melalui Wakil Ketua II Satgas Samsu Ramel, Selasa (4/4/2017).

Para atlet akan dibina sesuai dengan cabor yang mereka ambil. Mereka yang masuk di program tersebut dibagi menjadi empat level, yakni level Utama, Madya, Pratama, dan Potensial.

“Kalau untuk Utama itu mereka yang kemarin dapat emas di PON 2016, Madya yang dapat perak, Pratama perunggu dan Potensial itu mereka dapat medali emas minimal dua kali Kejurnas di cabor masing-masing,” ungkapnya.

Mengacu pada program pembinaan serupa sebelumnya, KONI Sumsel memberikan uang pembinaan sebesar Rp5 Juta per bulan untuk Utama, Madya Rp3,5 Juta, Pratama Rp2,5 Juta dan Potensial Rp1,5 Juta.

Uang itu untuk biaya transport mereka dan perbaikan gizi serta honor selama mengikuti pembinaan per bulan.

Namun, pihak satgas sendiri menetapkan sistem degradasi dan promosi per tiga bulan.

Mereka yang tidak serius akan tersingkir dengan sendirinya melalu evaluasi tadi. Pun sebaliknya, mereka yang konstan mengalami kenaikan akan dinaikkan levelnya.

“Tesnya sendiri ada fisik dan medical check up. Sekarang didata kami ada 20 pelatih dari 15 cabor, dengan 60 orang atlet. Saat ini masih didata kembali,” bebernya.

Ia berharap dengan program ini akan meningkatkan prestasi yang ada di Sumsel. Sriwijaya 2020 sendiri dibentuk dengan efisiensi dimana pengurusnya hanya 15 orang, berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih dari 100 orang namun tidak efektif. (sbw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts