Muaraenim, Sumselupdate.com – Setelah diresmikan langsung Bupati Muaraenim H Muzakir Sai Sohar, Jumat (31/3/2017), Masjid Al-Baniah yang diklaim sebagai masjid termegah di Muaraenim langsung digunakan untuk shalat Jumat pertama kalinya.
Masjid yang memiliki lima kubah warna-warni ini dibangun oleh M Teguh, pimpinan PT Baniah Rahmat Utama (BRU), sebuah perusahaan kontruksi jalan ternama di Sumatera Selatan menggunakan dana pribadi.
M Teguh sendiri merupakan seoarang mualaf keturunan Tionghoa dan beristrikan seoarang pribumi. Dia masuk islam kisaran tahun 1992.
Ternyata, penamaan masjid Al-Baniah sendiri mempunyai kisah panjang yang inspiratif. Teguh mengatakan, bahwa keinginannya untuk membangun masjid sudah sejak 2010 silam.
Namun karena suatu hal, niat tersebut baru terlaksana pada 2015. Mengenai pemberian nama masjid itu, Teguh menceritakan bahwa pada awalnya dirinya ingin memberi nama masjid tersebut dengan nama Masjid Nabawi dengan harapan kelak masjid itu akan ramai seperti Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.
Namun niat itu dibatalkannya atas saran seorang tokoh agama di Palembang. “Tokoh agama itu bilang agar saya menamakan dengan nama tersebut, karena masjid Nabawi sudah menjadi masjid bersejarah bagi umat Islam,” ungkap Teguh bercerita.
Karena disarankan untuk tidak menggunakan nama Masjid Nabawi, akhirnya Teguh kembali berfikir untuk mencari nama yang pas untuk masjid itu, bahkan karena tidak ingin salah memberi nama, dirinyapun sempat berdoa di Masjidil Haram, Mekkah.
“Akhirnya saya bilang, bagaimana kalau namanya Al-Baniah, terus tokoh itu jawab tidak masalah. Jadi saya beri nama masjid ini Al-Baniah Nama itu terinspirasi dari nama istri saya, Isbaniah,” paparnya.
Diungkapkannya, sejak menjadi seorang Mualaf pada tahun 1992 lalu, kecintaannya terhadap agama Islam bukan tanpa tantangan, namun berkat bimbingan istrinya tercinta Isbaniah, akhirnya membuatnya tetap istiqomah dan terus belajar tentang Islam.
Usai diresmikan, Teguh berharap agar masjid ini bisa digunakan sebagai pusat kegiatan umat Islam, baik untuk tempat beribadah maupun sebagai pusat pendidikan.
“Saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan dan memakmurkan masjid ini untuk kegiatan ibadah,” pungkas Teguh. (azw)











