Palembang, Sumselupdate.com – Aksi premanisme dan begal di Kota Palembang semakin menjadi. Jika pekan lalu, seorang pelajar dibegal dalam toilet mall, kali ini seorang pendatang asal Jawa Timur tak luput dari aksi begal saat berkunjung ke Palembang.
Wahyu Kurniawan (18), warga asal Dusun Krajan RT 003/008 kelurahan Tutul kecamatan Balung Jember Jawa Timur, seorang penjual tasbih yang baru datang di Palembang mengalami aksi pembegalan oleh pelaku yang berpura-pura sebagai tukang becak motor (bentor) di kawasan wisata, Monpera Palembang.
Alhasil, ia pun melaporkan kejadian yang dialami ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polresta Palembang, Rabu (15/3/2017).
“Kami baru sampai di Palembang tadi malam. Saat di Monpera, kami minta antar bentor ke hotel di arah Dempo. Nah di Dempo itu, saya dan orang tua saya dibegal,” tutur korban ditemani orang tuanya saat melapor.
Kepada polisi, ketika sampai di kawasan Dempo tepatnya di depan RM Selatan Indah sekitar pukul 22.00 korban diacungkan pisau dan dipaksa menyerahkan semua barang yang dimilikinya.
Mulai dari tasbih berbagai jenis dari tasbih batu, kayu Cendana dan tasbih kaoka total keseluruhan ada 250 kodi.
“Itu mau saya edarkan di Toko Muslim di Palembang. Kalau ditotal sekitar Rp20 jutaan,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pelembang Kompol Marully Pardede, SIk, mengatakan laporan korban sudah diterima dan pelaku masih dalam proses penyelidikan. (sbw)











