Palembang, Sumselupdate.com – Komplotan pembobol mesin ATM asal Kabupaten Lahat ditangkap tim buser Polsek Mariana usai melancarkan aksinya di mesin ATM BRI Unit Mariana, Jalan Sabar Jaya, Kelurahan Mariana, Kabupaten Banyuasin, Kamis (2/3) malam.
Keempat tersangka yakni, Fernando (25) Wahyudi (23), Chandra (27) dan Hengki (23) warga Kabupaten Lahat diamankan saat hendak melarikan diri di tengah perjalanan.
Berdasarkan data dihimpun, perbuatan komplotan pelaku berawal saat keempatnya melakukan pemantauan di lokasi kejadian untuk mencari mesin ATM merek Yousung, pada Selasa (1/3) sekitar pukul 16.00 dengan mengendarai mobil Honda Jazz warna abu-abu.
Setelah mendapat mesin ATM yang diincar, keesokan harinya kawanan pelaku kembali mendatangi lokasi dan keempatnya berbagi tugas, Fernando sebagai eksekutor, Chandra pengawas, Wahyudi sopir dan Hengki menunggu di dalam mobil.
Kemudian, Fernando masuk ATM dengan berpura-pura mengambil uang. Namun, ketika uang tersebut hendak keluar, pelaku mengganjalnya dengan menggunakan obeng, lalu uang tersebut keluar secara terus menerus. Sehingga, kawanan pelaku berhasil menggasak uang sebesar Rp4 juta.
Lalu, Fernando memberikan uang tersebut ke Hengki yang kemudian mentransfernya ke rekening atas nama Yogi Pratama. Kemudian, kawanan pelaku kabur dengan menggunakan mobil yang sama dengan nomor polisi B 1252 NKO.
Kapolsek Mariana AKP Naziruddin melalui Kanit Reskrim Iptu Apriyadi mengatakan tertangkapnya pelaku setelah pihaknya menerima laporan petugas keamanan BRI dan langsung mendatangi lokasi.
Berbekal rekaman CCTV akhirnya diketahui identitas pelaku dan berhasil melakukan pencegatan saat kompoltan ini tengah dalam perjalanan untuk melarikan diri dengan mobil.
“Barang bukti diamankan adalah satu unit mobil Honda Jazz warna abu-abu, obeng kecil dan kartu ATM beserta uang Rp570 ribu serta keempat tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHP,” tegasnya.
Sedangkan tersangka Fernando mengaku, setidaknya sudah tujuh kali melakukan aksinya di berbagai tempat dan di Palembang sudah dua kali, pertama ATM di kawasan Giant Plaju dapat Rp2,5 juta.
Serta di kawasan Mariana yang belum sempat menghabiskan uang hasil menggasak ATM namun sudah terlebih dahulu ditangkap polisi. “Caranya saya belajar dari YouTube,” ucapnya. (tra)











