Palembang, Sumselupdate.com
Kurangnya minat masyarakat dengan cabang olahraga panahan, membuat Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) mulai merambah ke dunia akademis dengan mangajarkan 75 mahasiswa fakultas hukum Universitas Sriwijaya memanah.
Pelatih Panahan Budianto mengatakan, memanah merupakan cabor akurasi yang sangat menghibur jika ditekuni. Karena, dengan memanah kita akan dilatih mengatur emosional, ketepatan dan otot tangan.
“Jadi sebenarnya manfaat dari belajar memanah itu banyak sekali. Karena itu, kami mencoba membuat busur yang dimodifikasi dari pipa. Sehingga siapapun bisa menjadi srikandi atau arjuna,” katanya, Selasa (2/2)a
Sementara itu, Ketua Pelaksana dari Asian Law Students Association (ALSA) Local Chapter Universitas Sriwijaya, Fitra Yudha Frasetya mengatakan, dalam ALSA Annual Ability Upgrading kali ini, ia memboyong 75 mahasiswa Unsri untuk belajar memamah.
“Jadi acara ini kami beri tema Balance Your Skill With Archery, dimana kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari Vice Director of Internal Affairs. Kegiatan ini berlangsung satu hari dan bertujuan untuk menambah pengetahuan semua member ALSA,” pungkas Yudha.
Di sisi lain, Ketum Perpani Sumsel, Dani Indra mengatakan, pihaknya sedang berupaya untuk memasarkan kembali cabor panahan di kalangan masyarakat, nantinya akan mengundang guru-guru olahraga yang akan dilatih untuk diajarkan ke muridnya.
“Jadi target kita adalah pelajar, harapan kita kedepannya atlet panahan akan semakin banyak, dan lahir bibit baru,” pungkasnya. (den)
75 Mahasiswa Unsri Belajar Memanah
Selasa, 2 Februari 2016











