Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Puluhan ribu warga keturunan Tionghoa dalam waktu dekat bakal merayakan imlek.
Biasanya, setiap perayaan pergantian tahun baru ini diwarnai dengan sembahyang, silahturahmi ke tempat keluarga hingga menyajikan makanan ringan khas imlek berupa kue keranjang.
“Imlek adalah perayaan tahun baru dalam hitungan kalender Tionghoa, jadi seluruh warga Tionghoa merayakannya. Tanpa memandang agama dan strata ekonomi. Bagi umat Budha sendiri biasanya satu hari sebelum perayaan Imlek dilakukan sembahyang untuk leluhur, dan keesokan harinya sembahyang di Vihara,” ujar Ketua Walubi Kota Lubuklinggau, Suwandi Kwee, Rabu (25/1/2017).
Setelah sembahyang di Vihara, biasanya dilakukan silahturahmi ke rumah sanak keluarga dan tetangga. “Makanan ringan jadi ciri khas pada saat perayaan imlek salah satunya kue keranjang. Namun, intinya adalah menjalin silahturahmi,” katanya.
Salah seorang sesepuh warga Tionghoa di Bumi Sebiduk Semare ini berharap, di tahun Shio Ayam Api ini negara Indonesia dalam keadaan damai dan sejahtera. “Mari kita bahu membahu dalam menciptakan kedamaian tersebut,” ajaknya. (and)











