Palembang, Sumselupdate.com – Pasca pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan sembilan Gubernur, Bupati, Pangdam dan Kapolda dari sembilan provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan di Istana Negara, bertempat di Mapolda Sumsel digelar rapat koordinasi penanganan, pencegahan Karhutla 2017, Selasa (24/1/2017).
Rapat yang dihadiri oleh Gubernur dan Kapolda ini, membahas upaya pencegahan yang akan dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau tahun ini yang lebih panjang.
Kondisi ini dianggap menjadi tantangan serius untuk mencapai target tidak terjadinya kebakaran hutan dan lahan ditahun 2017.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan Pemprov Sumsel telah menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan. Penetapan status diperlukan sebagai payung hukum pengiriman bantuan dari pemerintah Pusat.
“Status itu gunanya sebagai payung hukum instansi pusat membantu daerah, kalau belum tanggap darurat, mereka belum bisa masuk,” ujar Alex usai rapat.
Menurut Alex, lima kabupaten rawan karhutla di Sumsel yakni OKI, Ogan Ilir, Muba dan Muaraenim masuk prioritas pengawasan.
Pengawasan difokuskan untuk kawasan lahan gambut yang sulit dipadamkan bila terbakar. Upaya pencegahan juga dilakukan dengan mengoptimalkan sosialisasi Maklumat Kapolda dengan menerjunkan tim darat gabungan untuk memberikan sosialisasi tentang larangan pembakaran lahan.
“Kami sudah bentuk 136 desa peduli api yang bersinggungan dengan daerah rawan karhutla. itu yang menjadi ujung tombak,” tandasnya. (adi)











