PALI, Sumselupdate.com – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI menilai tumpahan minyak yang keluar dari pipa milik PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field dan PT Medco EP Indonesia yang pecah di Desa Maju Jaya, Kecamatan Talang Ubi menyebabkan pencemaran lingkungan.
Hal itu dikatakan Depho Alam ST, staff Dinas LH Kabupaten PALI usai meninjau dan mengambil sampel minyak mentah yang berceceran, serta tumbuhan yang mati di lokasi tersebut. Dari pengamatan secara kasat mata, minyak mentah yang mengalir ke perkebunan karet warga itu mencemari lingkungan sekitar.
“Di lihat secara kasat mata sudah jelas, minyak mentah yang mengalir ini mencemari lingkungan, di mana ada ikan, hewan dan tumbuhan mati akibat minyak itu,” kata Depho, Senin (23/1/2017).
Sebelumnya juga, Kepala Desa Maju Jaya, Dedi mengatakan bahwa warga tidak banyak tuntutan. Hanya meminta minyak yang tercecer agar dibersihkan sehingga tidak mengganggu aktivitas mereka. Bahkan ada delapan kebun warga yang kena aliran minyak mentah dengan panjang sekitar 1 kilometer.
“Minyak mengalir ke daerah rendah menuju anak sungai, lihat saja anak sungai itu dipenuhi minyak mentah. Warga sekitar takut terjadi kebakaran, kalau minyak mentah ini belum juga dibersihkan,” ujar Dedi.
Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi Kompol Viktor Tondaes melalui Kanit Reskrim Iptu Rusli, SH menegaskan pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan Talang Ubi, Kepala Desa Suka Maju, melakukan oleh TKP, dan mengambil sampel minyak mentah serta ranting dan meminta keterangan, terkait pipa bocor yang di sabotase oleh orang tak dikenal.
“Langkah selanjutnya kita akan melakukan penyelidik, dan meminta keterangan pihak PT Medco, dan Pertamina Pendopo, terkait pipa minyak mentah yang dirusak oleh orang tak dikenal,” ujar Rusli. (adj)











