Baturaja, Sumselupdate.com – Pihak Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten OKU angkat bicara terkait keluhan petani duku yang hasil panenya menurun di beberapa tahun belakangan.
Menurut Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) OKU, Joni Saihu, semua itu karena kurangnya unsur hara. Apalagi kebanyakan tanaman duku di OKU bukan hasil budidaya, melainkan peninggalan dan sudah berumur puluhan tahun. Ada juga yang tumbuh sendiri atau memindahkan dari yang sudah tumbuh ke tempat yang baru.
“Kebanyakan duku kita hasil alam, bukan budidaya, bahkan ada yang sudah berumur puluhan tahun. Sementara asupan nya tidak ada. Bisa jadi karena kurang unsur hara,” jelas Joni, Selasa (24/1/2017).
Sementara matinya batang duku di daerah ini, lantaran kebanyakan berada di lembak atau di dataran rendah. “Karena berada di dataran rendah, mudah tergenang. Jadi penyebaran penyakit mudah,” tuturnya.
Faktor lain yang tak boleh dilupakan adalah unsur cuaca. Biasanya, jelas Joni, dari musim kemarau, muncul musim hujan dapat merangsang timbulnya kebungaan di tanaman duku.
“Namun karena belakangan hujan terus, tak ada rangsangan bagi batang duku untuk berbunga. Kalau pun ada, biasanya rontok karena diguyur hujan,” jelasnya.
Kedepan, pihaknya mencoba meneliti lagi apa yang menjadi penyebab mati nya batang duku di daerah ini.
“Karena hujan terus, tidak ada perangsang. Berbuah lebat itu biasanya seimbang. Kemarau dulu, baru kemudian hujan,” tandasnya. (wid)











