Baturaja, Sumselupdate.com – Selama ini buah duku jadi salah satu andalan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), khususnya Kecamatan Peninjauan kini tak bisa diharapkan lagi.
Sejak tiga tahun belakangan warga dibuat pusing lantaran batang duku tak menghasilkan buahnya lagi seperti dulu. Tahun lalu mereka gagal panen. Tahun ini ancaman bakal gagal panen kembali membayangi warga.
Hal ini diakui beberapa petani duku, melihat kondisi tanaman yang menyedihkan. Daun-daun berguguran dan mengering. Ada juga beberapa batang duku yang mulai mati.
Ujang, petani duku di Desa Kedondong, OKU mengaku kondisi ini sudah lama terjadi. Diakuinya, dulu duku di desanya bisa dikatakan primadona. Batang duku berbuah lebat, lagi manis pula. Namun sayangnya sekarang ini tak banyak lagi terlihat.
Sebagai petani ia tidak bisa berbuat banyak. Beberapa usaha sudah dilakukan. Termasuk dilakukan pemupukan. Namun nyatanya masih saja sama. Batang-batang duku yang sudah berusia puluhan tahun itupun tak lagi berbuah lebat.
Faktor alam juga dikeluhkan. Cuaca yang sudah lama tak hujan membuat batang duku mengering. Jangankan untuk berbuah, daun-daun batang dukupun tak lebat. Batang mengering dan daun berguguran.
Selain itu juga ancaman longsor dan banjir jadi momok yang menakutkan bagi para petani duku. Wajar saja sebagian besar kebun warga banyak berada di pinggiran aliran sungai Ogan sehingga tak jarang hal ini dialami petani duku.
“Sudah lama tak hujan. Bisa dikatakan bisa-bisa bakal gagal lagi kami panen. Biasanya musim panen itu, mulai antara bulan tiga dan pertengahan tahun seperti ini,” katanya.
Mereka bercerita, walau duku bukan jadi andalan, namun duku yang berbuah satu tahun satu kali itu jadi harapan besar masyarakat untuk meningkatkan perekonomian yang kian hari kian mencekik.
Sementara soal perhatian pemerintah terhadap komoditi duku, Ujang mengaku selama ini pihaknya belum pernah mendapatkan itu hal. “Penyuluhan saja ngak ada apalagi bantuan,” ucapnya.
Kedepan warga berharap, buah duku bisa berbuah normal minimal satu tahun satu kali seperti sedia kala, pemerintahan diharapkan proaktif memberi penyuluhan atau bantuan bibit unggul sehingga duku Kedondong dan Kepayang yang telah dikenal banyak orang bisa diandalkan.
“Duku kita kan terkenal manis dan bijinya kecil, bukan hanya di OKU tapi pula Jawa dan Sumatra sudah tahu. Jadi inilah kenyataanya,” tandasnya. (wid)











