Palembang, Sumselupdate.com – Bergabungnya Nanak dan TA Musafry ke tim lain membuat manajemen Sriwijaya FC merasa murka, karena merasa pemain mereka dibajak klub lain.
Walaupun manajemen tidak melarang pemain untuk hijrah ke tim lain. Keputusan akhir tetap berada di tangan pemain. Tapi manajemen hanya meminta pemain untuk menghormati kesepakatan yang telah dibuat di awal musim 2016. Begitupun tim yang mungkin berhasil merayu pemainnya untuk hijrah, untuk mengerti situasi pemain dan tim lain.
Sekretaris Tim Sriwijaya FC Achmad Haris saat dikonfirmasi mengenai kepindahan Ngurah Nanak ke Bali United, merasa kecewa dengan pengumuman yang dibuat manajemen Bali United yang memperkenalkan bek SFC Ngurah Nanak sebagai pemainnya musim 2017.
Terlebih, pemain asal Bali itu masih terikat kontrak dengan Laskar Wong Kito sampai Maret nanti. Walaupun status Nanak sudah bebas transfer, tentu manajemen tidak akan mempermasalahkannya. “Selama ini kita memegang teguh etika transfer pemain. Kita ingin kedua belah pihak, tim dan pemain saling menghormati,” katanya.
Namun, kini Nanak sudah mengumumkan secara resmi akan berseragam Bali United. Apa yang menjadi keputusan Nanak tentu akan mengandung konsekuensinya. Pemain yang ‘terbuang’ di SFC memilih Bali sebagai tim selanjutnya.
Sementara Laskar Wong Kito sendiri, memilih enggan berkomentar terkait pemain yang dilepas dan lain sebagainya, karena menghormati kontrak yang disepakati sebelumnya. “Dia sama saja tidak menghormati kontrak dengan SFC, konsekuensinya ditanggung sendiri,” terangnya.
Haris menegaskan, bahwa hampir seluruh pemain, termasuk Nanak masih memiliki kontrak bersama SFC hingga Maret mendatang. “Saat ini kami tengah rapat, namun pasti ada konsekuensi karena semua sudah diatur di kontrak dan mereka pun sudah mengetahuinya,” katanya. (tra)











