Sekayu, Sumselupdate.com – November 2016 lalu masyarakat transmigrasi di SP 3 Nganti Jud, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Muba dikepung banjir dengan kedalaman mencapai tiga meter menghancurkan segala bentuk tanaman milik warga.
Tak habis di situ, kini masyarakat transmigrasi tersebut kembali di terpa musibah, yakni diguncang angin puting beliung, Kamis (5/1).
Setidaknya sebanyak 10 rumah semi permanen milik warga roboh, begitu juga dengan SD Negeri Vilial Jud I dan TK Kartini tak luput dari amukan angin. “Anginnya cukup kencang, tidak hanya rumah dan sekolah, balai desa pun ikut roboh,’’ jelas Kepala BPBD Muba Haryadi Karim melalui Kabid Kedaruratan Ahmad Fanfani Syafri, dihubungi, Jumat (6/1/2017).
Lebih lanjut dijelaskan Fanfani, atas kejadian tersebut sebanyak 20 Kepala Keluarga terpaksa dievakuasi dan tinggal di rumah keluarganya. Saat ini guna mengantisipasi angin puting beliung, tim BPBD terus melakukan pemantauan dan siaga di lokasi. (est)











