Palembang, Sumselupdate.com – Instruktur Sebagai salah satu ujung tombak utama dalam pelatihan pendidikan tenaga kerja, harus memiliki kemampuan dan keterampilan skill di bidang masing-masing.
Statement ini dikemukakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel HJ Dewi Indriati di hadapan 90 peserta kompetisi keterampilan instruktur nasional VI Regional III Sumsel-Bengkulu yang digelar di Hotel Maxzone, Minggu (16/7/2017) malam.
Dikatakannya, tujuan kegiatan kompetesi ini bisa memperkaya ilmu para instruktur di bidang masing-masing.
“Instruktur menjadi ujung tombak bagi UPTD Balai Latihan Kerja (BLK). Apalah arti gedung yang tinggi tanpa Instruktur,” ungkap Dewi
Disebutkanya, para peserta sendiri dari erbagai bidang mulai Mechanical Enggenering, Tata Busana Tata Boga, Las, dan bidang lainnya.
“Jadi setelah mengikuti kompetisi ini bisa mengabdikan diri ke BLK Pemerintah Maupun swasta,” katanya.
Menurutnya, saat ini eranya seorang profesi memiliki kompetensi dan sertifikat. “Jadi manfaatkanlah kegiatan ini untuk menambah ilmu,” terangnya.
Dirinya berharap, para instruktur memiliki semangat yang tinggi dalam mengikuti kompetisi ini sebagai media pembelajaran.
Karena nantinya para instruktur ini akan memberikan pembelajaran bagi tenaga kerja nantinya.
“Saya melihat peserta dan juri sama banyak, jadi peserta bisa diawasi dengan baik,” pungkasnya
Belman Hutagaul, Direktur Perwakilan Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan, mengatakan, instruktur juga harus memiliki kompetisi di bidangnya, guna mendorong upaya peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.
“Nantinya dari 90 peserta yang nantinya menjadi pemenang akan diikutkan kompetisi Instruktur tingkat nasional di semarang,” ujarnya.
Kagiatan yang dimulai 16 sampai 19 Juli ini, menurutnya, sangatlah dibutuhkan untuk dapat mendidik dan melatih calon tenaga kerja yang kompeten. (udi)











