82 Pengguna Narkoba Lubuklinggau Direhabilitasi

Senin, 2 Oktober 2017
Sosialisasi bahaya narkoba yang dilakukan BNN Lubuklinggau.

Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Hingga kini ada sebanyak 82 orang pengguna narkoba menjalani program rehabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Lubuklinggau.

Kepala BNN Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho didampingi Kasi Pemberantasan AKP Sukirman dan Hera Diana menjelaskan, pihaknya tahun ini menargetkan 40 pengguna.

Read More

Dari jumlah itu, per Januari hingga awal Oktober ini sudah tercatat ada 82 pengguna yang menjalani program rehabilitasi, baik rawat inap maupun jalan. “Jika dibanding tahun sebelumnya turun dari 178 orang. Meski lewat target, tetap dilayani,” bebernya.

Pada tahun sebelumnya, BNN mengaku lebih banyak melakukan kegiatan razia sehingga ada dari mereka yang harus menjalani program rehabilitasi.

Sedangkan tahun ini mengalami penurunan karena kesadaran mulai tumbuh dari keluarga yang langsung membawa anak mereka ke BNN untuk direhabilitasi. “Rawat jalan 61 orang, 21 rawat inap direhabilitasi di Bogor, Lampung dan Palembang,” ujarnya.

Kemudian, ke 82 pengguna yang mengikuti program rehab baik rawat inap dan jalan terdapat enam perempuan, sisanya yakni laki-laki. Mereka rata-rata usia produktif mulai 18-45 tahun.

Dan program pasca rehab tetap berkelanjutan. Yang mana mereka juga dikenakan wajib lapor. “Kita juga melakukan perluasan layanan institusi penerima wajib lapor (IPWL),” terangnya.

Sebab selama ini, layanan IPWL yang mereka ketahui dilakukan hanya di BNN. Dan saat ini BNN sudah berkoordinasi dengan empat puskesmas di Lubuklinggau yang juga memberikan layanan IPWL yakni puskesmas Citra Medika, puskesmas Simpang Periuk, puskesmas Taba dan Puskesmas Perumnas. “Nanti diharapkan sudah ada empat puskesmas IPWL selain ke BNN,” ungkapnya.

Lebih lanjut, terkait dengan perluasan IPWL, BNN Lubuklinggau terus berupaya melakukan langkah sosialisasi. Sebab selama ini mereka pasca menjalani program rehab, ketika wajib lapor masih melakukannya ke BNN. Padahal wajib lapor juga bisa dilakukan di empat puskesmas tersebut.

Sehingga lebih efisien dan tidak harus jauh-jauh ke BNN jika letak tempat tinggal mereka jauh. “Bersama-sama dengan puskesmas bersosialisasi sama-sama,” pungkasnya. (and)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts