Baturaja, Sumselupdate.com -Menyikapi titik-titik rawan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), jajaran Polres OKU menyiagakan anggota patroli.
Sistemnya wilayah OKU ini dipetakan empat sektor. Dengan demikian ada empat sektor yang harus dilakukan patroli keliling.
“Pengamanan ini dilakukan selama 16 hari. Dimulai, 30 Juni-15 Juli,” kata Kapolres OKU, AKBP Leo Andi Gunawan, SIk, MPP didampingi, Kabag Ops Komol Sutrisno AMD saat dibincangi wartawan usai apel bersama gelar pasukan Operasi Ramadniya Musi 2016 di Mapolres OKU, Kamis (30/6).
Leo mengungkapkan pihaknya mencatat ada 70 titik rawan yang menjadi perhatian pihak kepolisian pada pengamanan Operasi Ramadniya Musi 2016 yang dilakukan dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1437 H.
“Setelah kita melakukan pendataan di wilayah OKU ada 50-70 titik rawan yang menjadi perhatian,” kata Leo.
Yang dimaksud wilayah rawan itu kata Kapolres, bukan hanya rawan kecelakaan, namun juga rawan longsor, rawan tindak kejahatan, rawan curas, curanmor, dan tindak kriminal lainnya. Untuk menyikapi hal itu, katanya, pihak kepolisian sudah melakukan antisipasi dan pengamanan.
“Ada 11 posko PAM tersebar di titik-titik rawan, dan empat pos pengamanan yang ada di Pasar Atas Baturaja, simpang Ramayana, dan pos pantau di daerah Batukuning. Personel gabungan yang disiagakan sekitar 323 orang dari pihak kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan serta instansi terkait lainnya,” kata Kapolres.
Lebih dari itu, kata AKBP Leo, Polres OKU dibantu 44 anggota Bromob Polda Sumsel untuk melakukan pengamanan.
“Untuk penembak jitu kita lihat kondisi, jika diperlukan kita akan siagakan,” katanya.
Pada gelar pasukan, Operasi Ramadniya Musi 2016 di Mapolres OKU, Bupati OKU Drs H Kuryana Azis menjadi insfektur upacara dan membacakan instruksi Kapolri.
Pada kesempatan itu dibacakan, operasi selama 16 hari itu, untuk melakukan pengamanan, lonjakan pergerakan orang dan barang pada momen arus mudik yang menjadi tradisi pulang kampung pada perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Tahun 2016 ini Kementerian Perhubungan memprediksi ada 17,6 juta orang yang masuk data arus mudik, baik menggunakan angkutan udara, kereta api, dan angkutan laut.
“Diprediksi secara menyeluruh 2,4 juta kendaraan pribadi. motor 5,6 juta kendaraan. Potensi kerawanan kantibamas yang perlu diantisipasi, curat, curas, dan curanmor, sweeping ormas, penyalagunaan narkoba, bencana alam dan kebakaran. tahun 2016 Polri seluruh jajaran didukung sudah melakukan persiapan, salah satunya operasi kemanusian,” katanya. (yan)











