Baturaja, Sumselupdate.com – Sepanjang tahun 2019, tercatat sudah 508 kepala keluarga (KK) pemerina dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Ogan Komering Ulu (OKU) mengudurkan diri dari penerima PKH.
Mundurnya masyarakat ini bukan karena diminta oleh Pemerintah tapi kehendak masyarakat itu sendiri karena sudah menganggap dirinya mampu bahkan ada yang sudah memiliki usaha sendiri (Geraduasi Mandiri).
Koordinator PKH Kabupaten OKU Heriansyah mengatakan, mundurnya masyarakat ini bukan karena disuruh, namun masyarakat itu sendiri yang meminta.
Masyarakat yang mengundurkan diri, lanjutnya tersebar di tiga belas kecamatan di OKU yakni kecamatan Baturaja Timur 31 KK, kecamatan Baturaja Barat 135 KK, Lengkiti 44, Lubuk Batang 93 dan Lubuk Raja 65.
Kemudian Kecamatan Muara Jaya 1 KK, Pengandonan 4 KK, Peninjauan 4 KK, Semidang Aji 42 KK, Sinar Penijauan 17 KK, Sosoh Buay Rayap 52 KK, Ulu Ogan 15 KK dan Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya sebanyak 5 kk.
“Alasan mereka mengundurkan diri karena mereka sudah menganggap ekonominya sudah cukup untuk membiayai keluarganya,” ujarnya.
Selain itu, ada juga masyarakat yang mengundurkan diri karena sudah memiliki usaha sendiri, seperti usaha membuat roti yang dititipan ke warung-warung di Desa Suka Maju kecamatan Batura Barat, usaha sate di Sinar Peninjauan, Bakso Keliling di Lubuk Batang. “Bahkan ada yang menjual sayur keliling. Modal mereka dapat dari uang dari bantuan yang mereka sisihkan setiap menerima bantuan,” ungkapnya.
Untuk mengundurkan diri sebagai penerima bantuan, masyakat membuat surat pernyataan yang diketahui oleh pemerintah setempat yaitu Kades/Lurah dengan. “Selain itu ada juga surat dari kita selaku penyalur bantuan. Dengan surat ini kita bisa melaporkannya ke pusat,” terangnya.
Jika dalam perjalanannya ke depan usaha keluarga yang mengundurkan diri tersebut anjlok, lanjutnya, mereka bisa mendatangi Dinsos untuk melakukan pengecekan Basis Data Terpadu (BDT). Kalau datanya masih ada, maka akan diusulkan kembali sebagai penerima bantuan. Jika tidak ada lagi, maka harus melakukan regestrasi ulang.
“Tapi kalau kita lihat saat melakukan pengecekan di lapangan usaha mereka ini semuanya maju, mudah-mudahan terus berkambang tapi kita juga tidak bisa menebaknya. Yang jelas kita selaku penyalur mengacungkan jempol dengan mereka yang sangat konsisten,” pungkasnya.(arm)











