50 Stan Ramaikan Bazar Dharma Wanita Kemenag Sumsel

Pemotongan pita saat pembukaan Bazar dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti Kemenag ke-73 tahun 2019.

Palembang, Sumselupdate.com -Sebanyak 50 stan meramaikan Bazar dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-73 tahun 2019 yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DPW) Kemenag Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), di Halaman Kanwil Kemenag Sumsel, Senin (7/1/2019).

Ketua Panitia Bazar Hj Raimin Rusidi dalam laporannya menjelaskan, kegiatan bazar ini bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi antar sesama angota DWP Kemenag se-Sumsel.

Bacaan Lainnya

Peserta kegiatan adalah anggota DWP pada bidang-bidan di Kanwil, anggota DWP Kemenag Kabupaten/Kota, serta anggota DWP madrasah-madrasah se-Kota Palembang.

“Ada 50 stan yang ikut serta. Kegiatan ini juga berbarengan dengan pelaksanaan beberapa lomba seperti Barzanji, Marawis, dan Tahfizul Quran,” tutur Raimin.

Di tempat sama, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumsel Hj Ekawati Alfajri dalam sambutannya menjelaskan, dalam rangka memeriahkan HAB Kemenag tahun ini, DWP Kemenag Sumsel menggelar sejumlah kegiatan sosial.

Menurutnya, pada 5 Januari lalu, DWP telah melakukan anjangsana dan memberikan bantuan kepada 14 panti asuhan di kota palembang. Kegiatan serupa juga dilakukan dharma wanita di kemenag kabupaten/kota se-Sumsel.

“Sepanjang 2018 yang lalu, Dharma Wanita Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan juga telah melakukan pembinaan kepada dharma wanita kabupaten/kota se-provinsi sumatera selatan. Selain itu pada peringatan hari kanker sedunia beberapa waktu lalu, DWP Kemenag Sumsel bekerjasama dengan dinas kesehatan telah melaksanakan sosialisasi dan pemeriksaan gratis tentang deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara,” kata dia.

Selain itu, Ekawati menuturkan, DWP Kemenag Sumsel juga rutin melakukan kegiatan pembinaan dan sosialisasi gerakan Saya, Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas keterlibatan perempuan dalam gerakan anti korupsi.

“Sehingga mencakup lebih banyak organisasi/individu perempuan yang akan menyebarkan gerakan anti korupsi kepada komunitasnya masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru dalam arahannya memberikan apresiasi atas bazar ini. Menurutnya, kegiatan ini bisa terselenggara dengan baik berkat adanya kekompakan dari berbagai stake holder yang ada di Kemenag Sumsel.

“Dari sambutan ibu Ketua Panitia dan Ibu Ketua DWP tadi, sedikitpun tidak menyinggung soal dana. Ini artinya, kegiatan ini benar-benar terselenggara karena adanya kekompakan,” tutur Deru.

Deru menilai, perempuan merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dialah yang menentukan hitam-putih, baik-buruk, dan sukses tidaknya anak-anaknya dalam menghadapi tantangan hidup.

“Saya sebagai anak yang lahir dari rahim seorang ibu yang memiliki 14 orang anak, amat merasakan hal tersebut. Berkat didikan beliaulah, saat ini saya berhasil menjadi gubernur,” kenang Deru.

Perempuan juga, lanjut Deru, berperan penting dalam mendampingi suami bekerja profesional dan terhindar dari jeratan korupsi. Karena itu, Deru amat gembira melihat DW Kemenag Sumsel berperan aktif dalam gerakan anti korupsi.

“Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi saya harapkan dapat dikembangkan secara lebih luas, sehingga dampaknya semakin besar dalam menciptakan aparatur-aparatur negara yang jujur dan bersih dalam melayani,” tutup Deru. (pra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.