Palembang, Sumselupdate.com – Lima anak dan remaja asal Sumatera Selatan (Sumsel) bersiap membawa nama daerah ke tingkat nasional melalui ajang Puteri Anak dan Remaja Indonesia 2026 serta Puteri Batik Cilik dan Remaja Indonesia 2026.
Kelima perwakilan Sumsel tersebut merupakan pemenang tingkat provinsi dan dijadwalkan mengikuti ajang nasional pada 28 Oktober 2026.
Selain berkompetisi, mereka membawa misi memperkenalkan kekayaan budaya Sumsel, termasuk batik dari sejumlah daerah, kepada masyarakat di tingkat nasional.
Regional Director Puteri Anak dan Remaja Sumsel Bimbo Titaley mengatakan, para finalis kategori batik akan memperkenalkan kain batik dari daerah masing-masing.
Beberapa daerah yang akan diangkat di antaranya Lubuklinggau dan Ogan Komering Ilir (OKI).
“Seluruh finalis, kalau untuk batik, seperti biasa mereka akan mempromosikan batik, salah satu batik Sumatera Selatan. Batik-batik ini akan diceritakan bagaimana sejarahnya, warnanya, supaya ini juga jadi upaya mempromosikan batik, kain batik asli dari daerah kita,” ujar Bimbo, Minggu (20/9/2026).
Menurut Bimbo, keikutsertaan para finalis tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Ajang tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenalkan budaya dan sejarah daerah masing-masing.
Sementara itu, peserta kategori Puteri Anak dan Puteri Remaja akan menampilkan kemampuan, talenta serta program yang mereka miliki.
Mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus memberikan edukasi kepada teman sebaya di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
“Lalu untuk putri anak dan remaja, mereka akan menonjolkan skill dan talenta yang dipunya. Di mana mereka akan menjadi panduan buat teman-teman usia mereka di sekolah maupun di lingkungan sekitar,” jelasnya.
Salah satu perwakilan Sumsel yang akan tampil di tingkat nasional adalah Charisa Hani. Remaja asal Lubuklinggau tersebut meraih gelar Puteri Batik Remaja Indonesia Sumatera Selatan.
Pada ajang nasional, Hani akan membawa Batik Tunjung Langit sebagai salah satu identitas budaya dari Lubuklinggau.
Menurut Hani, Batik Tunjung Langit memiliki keterkaitan dengan kekayaan lokal Kota Lubuklinggau.
“Batik yang akan dibawa ke nasional yaitu Batik Tunjung Langit. Batik ini merupakan ikon dan identitas budaya baru di Lubuklinggau. Karena batik ini merupakan tumbuhan yang ada di Kota Lubuklinggau yang berbentuk menjulang ke atas,” kata Hani.
Ia menjelaskan, Batik Tunjung Langit juga memiliki filosofi yang berkaitan dengan nilai ketuhanan, kehidupan masyarakat serta ketangguhan.
Menurutnya, batik tersebut juga menggambarkan sejumlah objek dan kekayaan lokal yang ada di Lubuklinggau.
“Termasuk menjunjung kehidupan masyarakat dan ketangguhan. Lalu batik ini juga menggambarkan objek wisata lokal yang ada di Lubuklinggau karena ada ikon kopo yang memang sumber dayanya,” ujarnya.
Hani berharap keikutsertaannya di tingkat nasional dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya Lubuklinggau sekaligus mengajak generasi muda ikut menjaga keberadaan wastra Nusantara.
Adapun lima wakil Sumsel yang akan mengikuti ajang nasional tersebut yakni:
- Fahrani Mutia Khanza – Puteri Remaja Indonesia Sumatera Selatan.
- Callysta Queenycia – Puteri Anak Indonesia Sumatera Selatan.
- Charisa Hani – Puteri Batik Remaja Indonesia Sumatera Selatan.
- Clarissa Mecania Adivasa – Puteri Batik Cilik Sumatera Selatan 1.
- Afiqah Khalia Zahirah – Puteri Batik Cilik Sumatera Selatan 2.
Kelima finalis tersebut akan membawa talenta dan program masing-masing sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya Sumatera Selatan melalui promosi batik dan kekayaan daerah di tingkat nasional.
(**)











