Palembang, Sumselupdate.com – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan optimal sekaligus memantau kondisi satwa, khususnya gajah Sumatra yang berada di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan.
Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli melihat langsung kondisi 29 ekor gajah yang berada di pusat konservasi. Berdasarkan pemantauan Kementerian Kehutanan, seluruh gajah dalam kondisi baik dan belum mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Daniwari Widiyanto mengatakan, Menhut juga berdialog dengan tim gabungan yang melakukan pemadaman karhutla di kawasan tersebut.
“Menhut memberikan apresiasi dan motivasi untuk terus semangat dan meningkatkan kolaborasi, serta melaporkan kondisi di lapangan secara update. Jika ada dukungan yang diperlukan bisa langsung direspons. Terkait satwa gajah, Menhut melihat langsung kondisinya dan semuanya sehat,” ujar Daniwari.
Penanganan karhutla di kawasan Padang Sugihan melibatkan tim gabungan dari Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Sumsel, Manggala Agni Balai Dalkarhut Sumatera, BKO Balai Taman Nasional (TN) Ujung Kulon dan Balai TN Bukit Dua Belas.
Selain itu, personel TNI, Satgas Darurat Bencana Sumatera Selatan, pemerintah daerah, masyarakat dan unsur dunia usaha turut terlibat dalam upaya pemadaman.
Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan konservasi yang menjadi habitat berbagai satwa.
Daniwari mengatakan kondisi vegetasi yang kering dan lebat, angin cukup kencang serta karakteristik lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam.
Karena itu, tim di lapangan memprioritaskan pengendalian titik-titik kebakaran sekaligus melindungi kawasan yang menjadi habitat gajah dan satwa lainnya.
Upaya pengamanan kawasan juga dilakukan dengan memperkuat kesiapsiagaan di darat. Sejumlah sekat bakar telah disiapkan untuk membantu mencegah penjalaran api menuju kawasan konservasi dan habitat satwa.
Dukungan penanganan karhutla juga datang dari dunia usaha, termasuk APP Group dan mitra pemasoknya. Menurut Daniwari, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan turut membantu di sejumlah posko, termasuk memberikan dukungan operasional dan logistik bagi personel di lapangan.
Sementara itu, pemadaman dari udara diperkuat melalui operasi water bombing di sejumlah titik sesuai kebutuhan dan perkembangan kondisi kebakaran.
“Water bombing mampu membantu menghambat gerakan api menuju area-area yang cepat terbakar, terutama kawasan prioritas untuk diselamatkan seperti areal satwa gajah dan lainnya,” kata Daniwari.
Selain menangani kebakaran, BKSDA Sumsel bersama sejumlah pihak juga melakukan pemantauan terhadap pergerakan gajah liar di lanskap Padang Sugihan–Simpang Heran.
Koordinasi dengan perusahaan di sekitar kawasan dilakukan ketika terdapat laporan gajah liar mendekati permukiman masyarakat. Salah satu perusahaan yang terlibat dalam koordinasi tersebut yakni PT Bumi Mekar Hijau (PT BMH), mitra pemasok APP Group.
Penguatan sumber air juga menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla. Menhut mendorong penyediaan embung serta penguatan sarana pendukung berupa pompa, selang dan tangki air portabel.
Sarana tersebut dibutuhkan untuk membantu personel menjangkau lokasi kebakaran yang berada jauh dari sumber air.
Selain penanganan kebakaran, aspek kesehatan dan keselamatan petugas di lapangan turut menjadi perhatian.
Daniwari mengatakan, pada Jumat (18/9/2026), Kementerian Kehutanan mengirimkan tim dokter dari Klinik Manggala Wanabakti Jakarta ke Posko PKG Jalur 21.
Tim dokter tersebut ditugaskan melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan tindakan medis yang diperlukan bagi petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.
“Karena kesehatan dan keselamatan petugas di lapangan juga menjadi perhatian utama,” ucap Daniwari.
Kolaborasi antara pemerintah, aparat, masyarakat dan dunia usaha terus diperkuat untuk mengendalikan karhutla di Padang Sugihan sekaligus melindungi kawasan konservasi dan habitat satwa dari dampak kebakaran.
(**)











