4 Penyebab Kesehatan Vagina yang Sering Gatal

Minggu, 26 Januari 2020
HomeHot 7 Macam-macam Penyakit Vagina Berbahaya yang Sulit Dideteksi Husnul AbdiHusnul Abdi 20 Nov 2019, 10:45 WIB 186 Macam-macam Penyakit Vagina Macam-macam Penyakit Vagina (NamtipStudio/Shutterstock)

Jakarta, Sumselupdate.com – Apa saja yang terjadi pada area kewanitaan saat terjadi perubahan signifikan pada vagina. Beberapa hal yang bisa terjadi adalah vagina mengalami kekeringan, gatal, iritasi, berkutu, atau bahkan mengalami penyakit menular seksual, dilansir kumparan.

  1. Perubahan Hormon dan Perimenopause

Melansir Healthline, menurunnya jumlah hormon estrogen atau hormon seks yang hanya ada pada perempuan juga bisa menjadi penyebab mengapa vagina kita mengalami gatal-gatal. Normalnya, kondisi tersebut terjadi karena semakin bertambahnya usia, maka tubuh kita akan semakin sedikit memproduksi hormon estrogen. Biasanya proses alami ini pula yang mengawali berhentinya masa menstruasi atau yang biasa disebut perimenopause.

Dalam kondisi yang normal, tubuh kita akan memproduksi hormon estrogen yang membantu menjaga jaringan tisu, menjaga kekencangan jaringan tisu, dan tingkat keasaman pada vagina dengan cara menghasilkan cairan pada vagina.

  1. Kutu Kemaluan

Tahukah Anda Ladies, jika kutu tak hanya muncul pada rambut di kepala tetapi juga bisa menyerang bulu kemaluan? Ya, bulu kemaluan kita memang memiliki potensi terserang hama kutu. Biasanya, kutu tersebut bisa hinggap melalui kontak fisik dengan alat kelamin pasangan Anda atau kutu-kutu itu juga bisa datang karena kita sendiri yang kurang baik dalam menjaga higienitas vagina.

Sama halnya seperti kutu rambut, kutu kemaluan juga bisa menyebabkan gatal dengan cara menggigit. Jadi kalau tiba-tiba vagina Anda terasa gatal, bahkan sesaat setelah Anda selesai mandi atau membersihkan area kewanitaan, bisa jadi gatal-gatal tersebut disebabkan oleh gigitan kutu kemaluan.

  1. Iritasi karena Waxing

Merawat kesehatan dan kecantikan area kewanitaan memang menjadi salah satu hal wajib yang harus dilakukan oleh perempuan. Oleh karena itu, perawatan seperti mencukur bulu kemaluan atau melakukan waxing perlu dilakukan setidaknya satu atau dua bulan sekali untuk menghilangkan kuman atau kotoran yang menempel pada area vagina.

Namun, Anda tak bisa sembarangan melakukannya Ladies. Sebab waxing dan perawatan vagina lainnya juga dapat menyebabkan vagina Anda terasa gatal.

Natasha Chinn merekomendasikan agar kita menggunakan krim atau lotion hypoallergenic untuk melindungi kulit kemaluan, serta menjaganya agar tetap kering dan bersih. Jika itu sudah dilakukan namun gatal-gatal tetap berlanjut, coba kurangi perawatan waxing dan atau hentikan rutinitas tersebut sementara waktu untuk melihat perubahannya pada vagina.

  1. Terpapar Produk

Jika vagina terasa gatal dan iritasi, namun Anda tidak memiliki gejala lain yang memicunya, ada baiknya Anda mulai memperhatikan produk apa saja yang baru-baru ini digunakan. Produk-produk tersebut bisa beragam, mulai dari detergen, sabun, pembalut, pisau cukur, krim cukur, tisu toilet, hingga kondom.

Cek apakah produk-produk tersebut mengandung bahan-bahan aktif yang bisa membahayakan area kewanitaan. Hal paling utama yang harus Anda perhatikan adalah ada atau tidaknya kandungan parfum, sebab fragrance atau aroma yang ada pada produk bisa menjadi salah satu penyebab gatal dan iritasi pada vagina. (rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts