4 Hektare Lahan Sawit dan Karet Milik Warga di Jambi Terbakar

Jambi, sumselupdate.com – Sekitar 4 hektare lahan gambut terbakar di Desa Lopak Alai, Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Belum diketahui penyebab dari kebakaran lahan perkebunan kelapa sawit dan perkebunan karet milik warga sekitar itu.

Hingga saat ini petugas gabungan TNI/Polri serta Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jambi dan Manggala Agni masih berupaya memadamkan api tersebut.

Bacaan Lainnya

“Iya ada 4 hektare lebih lahan sawit dan lahan karet yang terbakar, lahan itu merupakan milik warga. Saat ini saya dan petugas gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran itu,” ujar Kapolres Muaro Jambi AKBP Mardiono, Minggu (29/7/2018) seperti dilansir dari detikcom.

Lahan yang terbakar sejak Sabtu (28/7/2018) malam itu kembali terbakar pada pagi harinya. Hingga saat ini pemadaman api dilahan tersebut masih dilakukan oleh petugas.

Kondisi cuaca panas serta musim kemarau yang melanda Provinsi Jambi sejak beberapa minggu terakhir juga menjadi pemicu kebakaran lahan itu sulit dipadamkan, terlebih lahan itu juga merupakan lahan gambut.

“Kebakaran lahan itu dari semalam namun kembali terbakar pada pagi harinya. Belum kita ketahui penyebab kebakaran itu terjadi. Namun kita akan melakukan lidik lagi apakah lahan itu sengaja dibakar atau tidak,” sebutnya.

Sementara itu, berdasarkan Satelit Aquaterra dan Saomi NPP 22 titik panas terpantau di Jambi yaitu 12 titik panas di Kabupaten Muaro Jambi, 5 titik panas di Kabupaten Tebo, serta 1 titik panas di Kabupaten Sarolangun dengan confidence level di atas 50 persen.

“Pantauan titik panas itu untuk hari ini saja yang terpantau oleh kita, untuk status Karhutla masih dalam status siaga darurat. Tadi ada 2 helikopter water bombing milik perusahaan yang juga ikut dikerahkan untuk proses pemadaman api di wilayah Kabupaten Muaro Jambi,” ujar Kepala BPBD Jambi, Bachyuni Deliansyah.

Dari kasus kebaran hutan dan lahan tersebut yang terjadi, katanya jarak pandang masih di angka 4000-12000 meter, tingkat Indeks Standar Pencemar Udara masih dalam kondisi baik.

“Sejauh ini dari kasus Karhutla yang sudah terjadi belum ada laporan yang terserang penyakit saluran pernapasan atau (ISPA). Petugas gabungan dilapangan juga saat ini masih berada dilokasi tempat dimana saja terpantau titik panas itu untuk proses pemadaman,” terangnya

Ia juga mengimbau agar masyarakat ataupun pihak perusahaan menghindari praktik penyiapan dan pembukaan perkebunan dan pertanian dengan cara pembakaran, karena dapat menyebabkan kabut asap. (adm3/dtc)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.