4 Hari Hanyut, Calon Mahasiswa Al Azhar Mesir Belum Juga Ditemukan

Proses pencarian Zaki, Santri Al Al Ittifaqiah terus dilakukan sampai hari keempat ini, Selasa (3/11/2020).

Laporan: Henny Primasari

Inderalaya, sumselupdate.com – Pencarian Ahmad Zaki Zikri (17), Santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittifaqiah Indralaya, yang hanyut di Sungai Ogan, Desa Munggu, Kecamatan Muara Kuang, Ogan Ilir, Sabtu (30/10/2020) lalu, belum juga membuahkan hasil.

Meski telah empat hari berlalu dan pencarian terus dilakukan, Zaki belum juga berhasil ditemukan. Informasi yang dihimpun dari polisi, peristiwa naas yang dialami Zaki berawal, saat ia dan 19 orang rekannya yang merupakan santri di pondok pesantren (ponpes) Al-Ittifaqiah Indralaya, pergi ke Desa Munggu pada Jumat (29/10/2020) petang.

“Para santri ini didampingi ustadz pembimbing. Mereka bertujuan silaturahmi dan khataman Al-quran di Desa Munggu,” kata Kapolsek Muara Kuang, Ipda Hendri Rozin, Selasa (3/11/2020).

Setelah tiba di Desa Munggu, rombongan santri menginap di kediaman salah seorang santri, bernama Aji Dermawan. Kemudian pagi harinya, Zaki dan 15 orang santri lainnya, mandi di Sungai Ogan Desa setempat.

Ke-16 orang santri tersebut lalu bermaksud berenang menyeberangi sungai, namun beberapa orang diantaranya hanyut.

“Diduga karena arus sungai yang deras, beberapa orang santri yang diduga kelelahan, hanyut terbawa arus. Sudah empat hari belum diketemukan,” ungkap Hendri.

Menurutnya, beberapa orang santri sempat berusaha menyelamatkan Zaki, namun tidak berhasil.

“Arus sungai diduga sangat deras sehingga yang bersangkutan tidak dapat diselamatkan dan sampai sekarang belum ditemukan. Polsek Muara Kuang dibantu warga masih mencari yang bersangkutan. Kami juga dibantu BPBD,” Hendri menjelaskan.

Berbeda dengan keterangan polisi, pihak ponpes Al Ittifaqiah mengungkapkan, Zaki dan rekan-rekannya tak bermaksud menyeberangi sungai dengan berenang, melainkan, memang terbawa arus deras saat mandi.

Begitu Zaki terseret arus, beberapa santri lain mencoba menolong, namun upaya mereka tak berhasil.

“Santri yang mencoba menolong ada empat orang, akan tetapi karena derasnya air, ananda Zaki tetap terbawa arus,” ungkap Feri, Humas Ponpes Al Ittifaqiah.

Beberapa saat setelah itu, santri yang lain langsung meminta pertolongan masyarakat. Selang beberapa menit, masyarakat Desa Munggu dan pihak kepolisian bahu-membahu mencari Zaki.

“Kemudian datanglah Tim BPBD Ogan Ilir dan hingga kini pencarian masih dilakukan,” kata Feri.

Ia juga menerangkan, santri yang datang ke Desa Munggu bukan dalam rangka melaksanakan program ponpes, melainkan atas undangan warga.

“Ada warga menggelar selamatan dan ingin mengundang anak-anak penghapal Alquran dari Ponpes Al Ittifaqiah. Termasuk di dalamnya ada ananda Zaki,” jelas Feri.

Lebih lanjut Feri menjelaskan, Zaki yang duduk di bangku kelas 3 Madrasah Aliyah (MA) Al Ittifaqiah itu adalah santri teladan dan seorang hafiz Alquran.

“Selain sudah hapal Al-quran 30 juz, sejak di kelas 9 MTs, ananda Zaki ini juga dicanangkan sebagai salah satu peraih beasiswa di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir,”kata Feri.

Terpisah, Pimpinan Ponpes Al Ittifaqiah, Drs. KH. Mudrik Qori, MA, berharap santrinya itu segera ditemukan.

“Semoga ananda Zaki segera ditemukan dan keluarga diberikan keteguhan serta kesabaran. Seluruh santri kami juga terus melakukan doa bersama, yasinan dan khataman Alquran. Mohon doa juga dari masyarakat,” kata Mudrik.

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.