Palembang, Sumselupdate.com – Kemenag Kanwil Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat hingga saat ini sudah ada tiga jemaah meninggal dunia saat melaksanakan ibadah haji.
Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Palembang Abdul Qudus mengatakan, jemaah yang meninggal telah dimakamkan di Mekkah dan Madinah.
“Kabar duka tiga orang jemaah meninggal dunia, satu jemaah asal Kabupaten OKU Timur dan dua jemaah asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung karena sakit,” katanya, Rabu (21/5/2025).
Dua jemaah asal Bangka Belitung yakni Bakri Junaidi Abas, kloter 6, wafat pada Rabu, 14 Mei 2025 dimakamkan di Baqi, Madinah. Tarmizi Azhari Usman, kloter 8, wafat pada Senin, 12 Mei 2025, dimakamkan di Baqi Madinah.
Sedangkan jemaah haji Embarkasi Palembang, asal Ogan Komering Ulu (OKU) Timur atas nama Sugito Adi Harjo usia 84 tahun dari Kloter 1, dikarenakan sakit. Almarhum telah dimakamkan di Syaraya, Mekkah.
Berdasarkan catatan, para jemaah tersebut sama-sama mengalami sakit sebelum meninggal, di antaranya seperti Acute ischaemic heart disease (penyakit jantung iskemik akut tanpa spesifikasi), Angina pectoris (nyeri dada akibat jantung koroner).
Sebagaimana diketahui, Embarkasi Palembang telah memberangkatkan 15 kloter atau 5.537 jemaah haji dengan rincian 4.395 asal Sumsel, 1.082 asal Bangka Belitung, dan 60 petugas kloter.
Jemaah diarahkan untuk mengenakan pakaian ihram sejak dari Embarkasi. Jemaah haji akan mengambil miqat atau niat umrah wajib saat masih di pesawat, tepatnya di wilayah Yalamlam.
“Untuk itu, jemaah memang kita minta mengenakan ihram sejak dari Palembang. Nantinya petugas kloter yang akan mengingatkan jemaah terkait larangan-larangan ihram,” kata Kakanwil Kemang Sumsel Syafitri Irwan.
Syafitri menyampaikan sejumlah pesan kepada jemaah haji yang sudah melaksanakan umrah wajib saat berada di Mekkah. Jemaah diimbau untuk cukup istirahat.
Bagi jemaah yang sehat, di silahkan untuk melaksanakan salat wajib di Masjidil Haram.
Sedangkan jemaah yang sedang sakit, lansia, atau disabilitas agar melaksanakan salat wajib di hotel. Jemaah juga akan mengikuti kegiatan bimbingan ibadah dan manasik haji di hotel.
“Silahkan isi waktu dengan memperbanyak tadarus Alquran, sedekah, dan ibadah lainnya. Namun tetap harus memperhatikan kesehatan. Jangan memaksakan diri untuk melaksanakan umrah sunnah berulang kali, serta tidak perlu ziarah ke luar kota Mekkah,” jelasnya.
Kakanwil juga berpesan kepada jamaah agar tidak pula lalai dalam menjaga kesehatan, mengingat ibadah haji adalah ibadah yang banyak membutuhkan fisik yang prima. Untuk itu jemaah diimbau untuk sering minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi.
“Mengingat cuaca di Mekkah dan Madinah sangatlah panas, perbanyaklah minum air putih. Jangan takut karena sering minum air putih nanti rasa ingin sering ke toilet. Semua fasilitas jemaah Insya Allah akan selalu tersedia di manapun jemaah berada. Baik itu di dalam pesawat maupun di Tanah Suci,” katanya.











