Suasana kantin sehat yang ada di SMP Negeri 9 Palembang
Hindari Jajanan Kurang Sehat, Sekolah Ini Gandeng BPOM
Palembang, Sumselupdate.com – Berangkat dari menjaga pola hidup sehat sehingga berdampak pada pada daya pikir pelajar, otoritas sekolah menginisiasi kantin yang dikonsumsi siswa dipastikan sehat.
Pasalnya, jika tak jeli dan mengabaikan pola hidup sehat maka banyak ditemui jajajan sekolah yang kurang sehat, mengandung pengawet dan lain sebagainya.
Seperti yang dilakukan oleh pihak SMP Negeri 9 Palembang yang membentuk kantin sehat untuk menjaga siswanya tak mengkonsumsi jajanan kurang sehat.
Kepala SMP Negeri 9 Palembang, Hastia, S Pd, mengatakan kantin sehat ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu.
“Kita buka kantin sehat ini agar anak-anak bisa mendapatkan makanan yang sehat,” ujar Hastia, Rabu (28/3/2018)
Tak sembarangan, kantin sehat ini pun diawasi oleh BPOM Kota Palembang yang setiap tiga bulan sekali diperiksa semua jenis makanan yang dijual di sini.
Masih kata Hastia, BPOM selalu memeriksa semua jenis makanan yang dijual di kantin. Baik makanan yang diproduksi sendiri oleh penjual maupun makanan atau minum cepat saja.
“Kalau ditemukan makanan yang dijual tidak sehat maka akan ditarik oleh BPOM dan begitu pun jika ada makanan kadaluasa,” bebernya.
“Terakhir pada beberapa waktu lalu saat diperiksa sebanyak 38 item dinyatakan aman dan sehat,” tambahnya lagi.
Makanan yang dijual dikantin ini pun selalu diawasi oleh BPOM dan juga diknas kesehatan sehingga siswa yang jajan tak perlu khawatir.
“Kita selektif memilih pedagang yang berjualan. Di kantin ini tak boleh menjual makanan yang pakai pengawet apalagi pewarna,” jelas dia.
Misalnya, lanjut Hastia di kantin SMPN 9 Palembang tidak menjual mie instan. “Mie yang dijual di sini, mienya dibuat sendiri oleh para penjual,” ungkapnya.
“Sekolah kita juga tengah menuju Sekolah sehat nasional. Salah satu indikatornya yakni memiliki kantin sehat,” jelas dia.
Bahkan di tahun ini, SMPN 9 Palembang mewakili Sumsel sebagai salah satu sekolah sehat nasional bersaing dengan puluhan sekolah lain di Indonesia.
“Beberapa waktu lalu sudah ada tim penilai dari pusat. Penilaianya pun cukup banyak yakni dari kebersihan lingkungan sekolah, kesehatan sekolah seperti UKS dan kantin yang sehat,” pungkasnya. (sbw)











