27 Tenaga Kesehatan di Puskesmas Sidorejo Pagaralam Reaktif Rapid Test

Puskesmas Siderejo Kota Pagaralam

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Tenaga kesehatan di Puskesmas Siderojo Pagaralam yang hasil rapid test-nya reaktif ternyata berjumlah 27 orang. Tidak hanya itu, sejumlah ibu-ibu PKK Pemkot Pagaralam setelah dirapid test hasilnya juga reaktif.

Bacaan Lainnya

Hal ini membuat pihak Satgas Covid-19 Kota Pagaralam langsung begerak cepat melakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah penularan dengan langsung melakukan isolasi kepada 27 Nakes dan PKK yang hasil rapid testnya reaktif.

Kepala Puskesmas Sidorejo Kota Pagaralam, Sudri membenarkan jika ada 27 Nakes Puskesmas Sidorejo yang reaktif rapid test.

“Ya benar ada 27 Nakes kita yang reaktif rapid test. Saat ini mereka sudah diminta untuk melakukan isolasi sambil menunggu hasil dari sampel swab mereka keluar yang sudah dikirim ke Palembang,” ujarnya.

Meskipun ada 27 Nakesnya yang reaktif, namun Puskesmas tersebut tetap membuka pelayanan kesehatan.

“Kita masih buka pelayanan namun dengan menerapkan protokol kesehatan ketat baik bagi pengunjung maupun para nakes yang ada,” ungkapnya.

Dikatakan, Sudri bahwa meskipun ada 27 Nakes mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri, namun tidak akan menghambat proses pelayanan pasalnya ada 124 Nakes lagi yang standby.

“Kami ada 151 pegawai, jadi meskipun ada yang diisolasi sebanyak 27 Nakes masih ada 124 Nakes yang siap melayani pasien,” katanya.

Sebelumnya Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Pagaralam, Drs Samsul Bahri Burlian saat dihubungi Sumselupdate.com, Selasa (13/10/2020) membenarkan jika ada tenaga kesehatan dan ibu-ibu PKK Pagaralam yang reaktif setelah dilakukan rapid test.

“Kenapa ada tenaga kesehatan dan ibu PKK yang reaktif, hal ini karena sebelum pasien 022 dinyatakan positif, ada salah satu tenaga kesehatan yang ikut mengantar pasien 022 itu. Namun saat itu tenaga kesehatan tersebut tidak tahu jika kasus 022 ini positif Covid-19,” jelasnya.

Sehingga ketika kasus 022 dinyatakan positif Corona, tenaga kesehatan tersebut langsung melakukan rapid test dan hasilnya reaktif.

“Kenapa akhirnya ada ibu-ibu PKK juga reaktif karena tenaga kesehatan yang baru melakukan rapid test ini, sebelumnya ada kegiatan PKK di Desa Jokoh tersebut,” beber Samsul Bahri lagi.

Pastinya, setelah rapid test tenaga kesehatan ini langsung melakukan isolasi mandiri bersama suaminya yang juga ASN Pemkot Pagaralam yang rapid testnya ikut reaktif.

Samsul mengungkapkan juga kenapa akhirnya ada tenaga kesehatan Puskemas Sidorejo yang reaktif, karena saat kegiatan PKK banyak melibatnya tenaga kesehatan di puskesmas itu.

“Hal inilah yang membuat banyak tenaga kesehatan dan ibu-ibu PKK yang rapid tesnya reaktif. Saat ini semua yang reaktif rapid test sudah kita swab test dan sampel swabnya sudhk kita kirim ke Palembang. Mereka pun sudah diisolasi mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pagaralam, Taswin membenarkan jika ada tenaga kesehatan Puskesmas Sidorejo yang reaktif.

“Ya ada yang reaktif, sementara itu yang hasilnya terlihat jelas di alat repid test hasilnya reaktif ada sembilan orang dan sudah kita isolasi,” jelasnya.

Satgas Covid-19 sudah melakukan rapid tes terhadap sekitar 30 tenaga kesehatan di Puskesmas Sidorejo tersebut.

“Dari 30 tenaga kesehatan tersebut tampak jelas hasilnya reaktif ada sembilan orang. Sedangkan sisanya ada yang non reaktif namun ada juga yang samar-samar atau kurang jelas,” katanya.

Melihat hasil ini, tambah Samsul, Dinkes Pagaralam akan melakukan rapid test ulang terhadap tenaga kesehatan yang hasilnya samar atau belum jelas.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.