Kupang, sumselupdate.com – Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan korban meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) sudah mencapai 24 orang. Tiga daerah di NTT dinyatakan KLB.
“Terhitung dari Januari hingga 18 Februari jumlah korban yang meninggal akibat DBD di NTT saat ini sudah mencapai 24 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTT Dominikus Mere kepada wartawan di Kupang, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (18/2/2019).
Hal ini disampaikannya berkaitan dengan perkembangan kasus demam berdarah yang terjadi di provinsi itu, pascaditetapkannya tiga daerah di NTT masuk dalam kejadian luar biasa (KLB) DBD.
Ia menjelaskan bahwa korban meninggal akibat wabah DBD terbanyak di Kabupaten Sumba Timur sebanyak 10 orang dengan tingkat kematian DBD (case fatality rate/CFR) 2,7 persen.
Dari jumlah pasien yang meninggal itu, kini yang dirawat di RS Waingapu Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur berjumlah 366 orang “Sumba Timur berada pada urutan ketiga kasus DBD di NTT. Namun jumlah korban yang meninggal terbanyak adalah kabupaten itu juga dengan jumlahnya mencapai 10 orang,” ujar dia.
Urutan pertama ditempati oleh Kabupaten Manggarai Barat dengan jumlah pasien DBD dirawat mencapai 428 orang.
“Ada dua pasien DBD yang meninggal di kabupaten itu dengan ‘case fasility rate’ mencapai 0,5 persen,” ujar dia.
Sementara Penderita DBD terbanyak kedua ialah di Kota Kupang sebanyak 400 orang dan tak ada laporan ada yang meninggal dunia.
Hingga saat ini kata dia korban DBD yang dirawat di RS seluruh wilayah NTT dalam periode tersebut mencapai 2.291 orang.
Untuk mencegah menyebarnya kasus DBD itu, Dinkes NTT bersama dengan kabupaten dan Kota melakukan penanggulangn DBD, seperti mendistribusikan logistik penanggulangan DBD ke kabupaten dan kota endemis DBD antara lain Mesin Fogging, Larvisida (Abate).
Kemudian memberi tambahan bantuan ke kabupaten yang mengalami KLB DBD yakni Manggarai Barat berupa lima mesin fogging, lima galon abate/larvisida, Plasma Darah 44 kantong, katong darah 23 buah serta mengaktifkan surveilans aktif rumah sakit. (adm3/dtc)











