Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak 24 pendekar karate Sumsel delegasi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumsel kurang beruntung dalam perebutan medali di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Mendagri, pada 24-26 Maret lalu di Lampung.
Hasilnya, mereka harus pulang dengan tangan hampa. Sama halnya pada Piala Mendagri tahun lalu yang harus pupus harapan gagal naik podium. Dari 22 nomor yang dipertandingkan, para karateka Sriwijaya ini sudah berjuang dengan keras.
Kendati demikian, kesemua atlet yang mengisi formasi kontingen Sriwijaya ini merupakan wajah baru yang memang diutus oleh Sumsel untuk mencari pengalaman baru di dunia luar.
“Sedangkan yang diutus oleh seluruh provinsi yang jadi peserta, semua masih muka lama. Ini jadi faktor penentu mengapa atlet kita yang bertarung kemarin mentok di perebutan juara tiga semua,” ujar Sekretaris Umum FORKI Sumsel Shinsei Aliyudin Asral, Rabu (29/3/2017).
Sambungnya, para karateka yang usianya mayoritas di bawah 20 tahun ini jadi mendapat pelajaran berharga di kejuaraan tersebut. Sehingga, ia tak menyalahkan para atletnya yang sudah berjuang di atas medan pertandingan membela nama daerahnya.
“Kita apresiasi hal ini, jadi kita dapat pengalaman yang baik. Kita hebat, tapi provinsi lain lebih kuat,” tukasnya.
Dirinya menilai jika mental menjadi penentu dalam perebutan medali itu. Apalagi dibeberkannya, mereka hanya mendapat sedikit bantuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel untuk berangkat.
“Hanya dibantu enam orang dari KONI. Hal itu berpengaruh terhadap semangat atlet dalam bertarung. Mulai dari persiapan hingga perjalanan pun kami menggunakan kereta api,” bebernya.
Ini juga menjadi faktor penting jika ingin prestasi Sumsel menonjol. Kompetisi merupakan pemicu para atlet agar lebih giat dalam berlatih, dan harus didukung. Tidak hanya memperoleh hasil namun juga harus mengupayakan bagaimana atlet bisa menuju ke arah prestasi itu.
“Tapi biarlah mereka sadar. Apabila atlet dapat prestasi, pemerintah yang hebat. Tapi kalau gagal, kami yang benar-benar hobi di olahraga ini yang disalahkan,” tandasnya. (sbw)











