2018, BPN OKU Berikan 24.000 Sertifikat Tanah

Jumat, 13 April 2018

Baturaja, Sumselupdate.com – Bagi masyarakat yang belum tau saat ini sertifikat Prona berubah nama jadi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), apa sih bedanya?

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) OKU Ir Alim Bastian MM mengungkapkan secara umum tak ada bedanya dan tujuanya sama. Namun, PTSL banyak kelebihan salah satunya tanpa batasan.

Read More

“Kalau prona bagi-bagi atau sedikit sedikit. Seperti 2016 kita bagikan 3.500 bidang pada masyarakat saja,” kata Alim.

Program Nasional gratis ini kata Alim tanpa ada batasan terhadap siapapun masyarakat yang memenuhi syarat, apalagi banyak keuntungan baik bagi masyarakat maupun daerah.

Diantaranya kata dia memberi kepastian hukum terhadap kepemilikan tanah, seluruh perbuatan hukum atau jual beli tanah bisa diketahui pemerintah sehingga tak ada lagi pajak gelap serta otomatis kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau pajak daerah.

Kabupaten OKU sendiri lanjut dia, tahun lalu terjadi penambahan kuota sebesar 32.500 bidang, penambahan ini kata dia sangat disambut baik pihaknya apalagi diketahui jumlah itu terbesar di Sumsel dan terbesar di luar Pulau Jawa

“Dari jumlah itu sudah terselesaikan kategori K1 sebanyak 1.061 bidang, K2 dua bidang, K4 empat bidang serta sisanya K3,” terangnya.

Untuk tahun ini, terang dia, pihaknya menargetkan 24 ribu sertifikat bidang tanah, untuk menuntaskan di Kecamatan Baturaja Timur dan Barat, barulah kata dia, sisanya untuk di delapan kecamatan sekeliling Kota Baturaja. “Target kita Juni nanti 24 ribu itu sudah selesai,” ucapnya.

Disoal masih banyaknya warga yang belum menerima sertifikat di 2017 lalu, Alim membenarkan sebab awal 2017 lalu sejak ada kebijakan pemerintah berupa Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP).

Maka harus mengisi pormulir dan membuat surat diatas materai untuk mendapatkan sertifikat. “Karena belum boleh pajak terhutang sehingga bisa tanda tangan diatas materai harus tanda tangan dulu pormatnya bisa diambil di BPN,” ujarnya.

Permasalah itu sendiri sudah mereka sosialisasikan ke setiap desa dan RT. “Target kita akhir April ini sudah selesai terbagi semua,” tukasnya. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts