Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak 143 truk sumbu tiga yang masih nekat beroperasi di masa pelarangan melintas jalur mudik terpaksa ditindak dengan cara dikandangkan oleh petugas.
Penertiban tersebut dilakukan Polda Sumatera Selatan dalam rangka pengendalian arus mudik lintas Sumatera melalui pemetaan kondisi lalu lintas secara real time di 17 kabupaten/kota.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, ratusan truk sumbu tiga dan kendaraan over dimension over loading (ODOL) berhasil ditertibkan dari jalur strategis nasional, khususnya di Jalur Lintas Timur (Jalintim) yang menjadi tulang punggung mobilitas pemudik antarprovinsi.
Langkah pemetaan ini tidak hanya berfungsi untuk pengamanan wilayah Sumatera Selatan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kelancaran arus mudik lintas provinsi di Pulau Sumatera.
Diketahui, Jalintim dan Lintas Tengah yang melintasi Sumatera Selatan merupakan koridor vital pergerakan kendaraan dari arah Lampung menuju Jambi, Sumatera Barat hingga Riau.
Berdasarkan data, sebanyak 143 kendaraan truk telah dikandangkan di sejumlah titik strategis. Penertiban terbesar dilakukan di wilayah Polres Musi Banyuasin sebanyak 52 unit dan Polres Banyuasin sebanyak 50 unit yang merupakan jalur utama distribusi logistik sekaligus jalur mudik nasional.
Sementara itu, wilayah Polres Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi salah satu daerah dengan tekanan arus lalu lintas tertinggi. Tercatat terdapat tujuh titik rawan kemacetan yang sebagian besar dipicu aktivitas pasar tumpah di sepanjang Jalintim. Di wilayah ini, sebanyak 30 kendaraan sumbu tiga berhasil ditertibkan.
Sebagai upaya mengurai kepadatan, Polda Sumsel juga menyiapkan sejumlah jalur alternatif. Di antaranya jalur Komering yang menghubungkan OKI menuju OKU Timur melalui Lintas Tengah, serta jalur Jejawi–Rambutan–Jakabaring sebagai opsi menuju Kota Palembang.
Di sisi lain, kondisi lalu lintas di wilayah Polres Prabumulih dilaporkan relatif lancar. Jalan Lingkar Timur disiapkan sebagai jalur alternatif guna mendukung akses menuju Tol Prabumulih–Palembang.
Secara keseluruhan, dari 17 wilayah yang dipantau, sebanyak 10 wilayah dilaporkan dalam kondisi relatif lancar tanpa titik rawan signifikan. Sementara tujuh wilayah lainnya masih menjadi fokus pengamanan intensif oleh personel di lapangan.
Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho, menegaskan bahwa sistem monitoring berbasis data real time menjadi kunci dalam pengendalian arus mudik.
“Kita tidak lagi bekerja berdasarkan prediksi semata, tetapi berdasarkan data real time dari 17 Polres. Ini memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan keterbukaan informasi ini merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mudik, tetapi mudik dengan perencanaan. Gunakan jalur alternatif yang sudah kami siapkan agar perjalanan lebih aman dan nyaman,” jelasnya.
Dengan posisi strategis Sumatera Selatan sebagai penghubung utama jalur darat di Pulau Sumatera, pengendalian arus mudik berbasis pemetaan ini menjadi faktor penting dalam menjamin kelancaran mobilitas pemudik lintas provinsi selama Idulfitri 1447 Hijriah.
(**)











