Palembang, Sumselupdate.com – Polda Sumatera Selatan resmi menutup pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di wilayah hukumnya.
Dari hasil pelaksanaan operasi tersebut, tercatat adanya peningkatan pelanggaran lalu lintas yang terekam melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), bahkan melampaui angka pelanggaran pada operasi tahun sebelumnya.
Selama periode 13 hingga 25 Maret 2026, total kegiatan preemtif dan preventif mencapai 30.956 kegiatan, meningkat 12,2 persen dibandingkan tahun lalu.
Peningkatan signifikan terjadi pada kegiatan preventif yang naik 30,4 persen, mencerminkan penguatan kehadiran personel di lapangan dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas dan kecelakaan lalu lintas.
Di bidang penegakan hukum, Polda Sumsel mencatat transformasi berbasis teknologi melalui penerapan sistem ETLE. Penindakan melalui ETLE mobile meningkat drastis hingga 658 persen, sementara tilang manual turun 98,9 persen, menandakan pergeseran menuju sistem penegakan hukum yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Dari sisi transportasi, seluruh moda mengalami pertumbuhan. Jumlah penumpang di bandar udara meningkat 38 persen menjadi 178.522 orang, sedangkan terminal bus naik 43 persen menjadi 70.301 penumpang. Moda kereta api juga mengalami peningkatan sebesar 17,4 persen, menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik.
Sementara itu, arus kendaraan di jalan tol mencapai 459.476 kendaraan, dengan pertumbuhan pada sejumlah ruas strategis seperti Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayuagung dan Indralaya–Prabumulih.
Namun demikian, peningkatan mobilitas masyarakat juga berdampak pada naiknya angka kecelakaan lalu lintas. Jumlah kejadian tercatat meningkat dari 80 menjadi 129 kasus, yang menjadi perhatian serius untuk evaluasi ke depan.
Kapolda Sumsel Sandi Nugroho menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel selama operasi berlangsung.
“Selama 13 hari, seluruh personel bekerja tanpa henti. Capaian ini adalah hasil dedikasi bersama, namun peningkatan angka kecelakaan menjadi perhatian yang harus kami jawab dengan langkah yang lebih baik ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa transparansi data ini merupakan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.
“Kami menyampaikan data ini secara terbuka. Ada capaian yang meningkat dan ada yang menjadi evaluasi. Ini bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Keberhasilan Operasi Ketupat Musi 2026 juga didukung sinergi lintas sektor dengan melibatkan ribuan personel gabungan dari TNI, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait.
Polda Sumsel mengimbau masyarakat yang masih dalam perjalanan arus balik untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta memanfaatkan layanan kepolisian melalui Call Center 110.
Saat ini, Operasi Ketupat Musi 2026 telah resmi berakhir dalam kondisi aman dan kondusif. Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat pada setiap operasi kepolisian ke depan.
(**)











