13 Bulan Tak Digaji, 67 Pekerja Migran Indonesia Dapat Bantuan KJRI Jeddah

Kamis, 31 Oktober 2019
Pertemuan Tim Yanlin KJRI Jeddah dengan pekerja migran.

Jeddah, Sumselupdate.com – Tim Pelayanan dan Pelindungan Warga (Yanlin) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mendatangi Distrik Al Muwaileh di Tabuk untuk menindaklanjuti pengaduan terkait gaji dari 67 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di kota itu.

Kehadiran tim di Tabuk yang dikoordinir Pelaksana Fungsi Konsuler (PFK)-1 merangkap Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga (KPW) Safaat Ghofur didampingi PFK-3, Umar Badarsyah dan Staf Teknis Ketenagakerjaan Budi Indrawan, Kamis (31/10/2019).

Read More

Atas arahan Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, Tim Yanlin diminta menggali informasi secara rinci terkait aduan gaji 67 PMI yang tidak dibayar oleh perusahaan selama 13 bulan. Para PMI tersebut bekerja di Truba Arabia, perusahaan instalasi peralatan elektro-mekanik untuk stasiun pembangkit listrik di provinsi yang terletak di perbatasan bagian utara Arab Saudi.

Disampaikan Widodo, mewakili rekan-rekannya sesama PMI yang bekerja di salah satu perusahaan, mereka cukup lama bekerja di perusahaan tersebut dengan masa pengabdian yang berkisar dari 5 hingga 25 tahun. Namun, belakangan ini, mereka mengalami berbagai permasalahan, antara lain  gaji yang tidak dibayar hingga 13 bulan, dan izin tinggal (iqamah) yang tidak diperpanjang.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut, mereka meminta bantuan KJRI untuk melakukan mediasi dengan pihak perusahaan agar hak mereka dipenuhi dan mereka bisa segera dipulangkan ke tanah air. “Kami mohon bantuan dari pemerintah untuk bisa memediasi agar hak-hak kami terpenuhi dan dipulangkan ke Indonesia. Kasihan keluarga kami,” ujar Widodo.

Menanggapi pengaduan tersebut, Safaat Ghofur menyampaikan bahwa KJRI Jeddah akan membantu semaksimal mungkin agar permasalahan tersebut diselesaikan dengan baik, sehingga hak-hak 67 PMI bisa segera dilunasi oleh perusahaan.

Pada 28 Oktober lalu, KJRI Jeddah juga telah memanggil perwakilan perusahaan Truba Arabia untuk meminta penjelasan terkait pengaduan ini. Disampaikan Hamid Khalifa, Manajer SDM Truba Arabia, perusahaannya saat ini tengah mengalami masalah likuiditas akibat piutang proyek yang belum dibayarkanpihak lain.

Namun pihaknya berkomitmen mencarikan jalan keluar bagi para pekerja Indonesia dan bukan dari Indonesia saja, terang Khalifa kepada Tim Yanlin, para pekerja dari nagara lain di perusahaan itu juga mengalami nasib yang sama, yaitu gaji yang belum dibayarkan.

Dalam kunjungan tersebut Tim Yanlin juga memberikan bantuan sembako kepada para PMI tersebut untuk meringankan beban hidup mereka selama menunggu penyelesaian hak-hak mereka. (rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts