Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan mengembangkan program kawasan industri – yang merupakan program pusat, yang rencananya akan direalisasikan pada 2016.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatra Selatan, Permana, Selasa (26/4) mengatakan ada enam kawasan industri yang akan dibangun di enam daerah di Sumsel. Enam daerah itu yakni Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Lubuklinggau, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Palembang.
“Enam daerah ini memang sangat mendukung untuk dibangun kawasan industri. Sebab, potensi yang dimiliki memang dirasa cukup pas,” ujarnya
Untuk di Banyuasin memiliki kekayaan agro pertanian, terutama dalam hal komoditi kelapa untuk progresnya, sudah ada lahan seluas 81,25 hektar zona industri yang dialokasikan untuk kawasan industri itu.
“DED (detail engineering design) dan FS (feasibility study) untuk kawasan industri di Banyuasin sudah dilakukan. Ini menjadi kawasan utama yang akan kita kembangkan,” ungkapnya.
Di Lubuklinggau sendiri rencananya bakal dibangun kawasan industri seluas 50 hektar untuk bidang peti kemas. Kawasan industri di Lubuklinggau juga dinilai yang paling cepat. FS, DED, dan Amdal sudah siap. Pelaksanaannya sudah melengkapi. Untuk Lubuklinggau, akan digelontorkan Rp50 miliar dari pemerintah pusat.
Selanjutnya untuk Pali juga direncanakan dibangun kawasan industri sekitar 50 hektar untuk kawasan industri di bidang gas. Untuk di Palembang akan dibangun kawasan industri di Gandus seluas 100 hektar dengan konsentrasi yang beragam. Seperti, karet (cumb rubber), otomotif, dan sentra-sentra industri lainnya.
Sementara itu, di Muara Enim direncanakan memiliki 200 hektar untuk kawasan industri dibidang energi. Sebab daerah tersebut kaya akan sumber energi, terutama batubara. Untuk kawasan industri yang lahannya disiapkan paling luas yakni di OKI lebih dari 1.000 hektar, dengan fokus utama dalam bidang pulp paper.
“Kendala kita saat ini adalah dana yang sangat terbatas dan saat pembebasan lahan yang bisa dibilang cukup paling menjadi perhatian,” tutupnya (adi)











