10 Daerah Zona Merah Narkoba, BNN Pagaralam Maksimalkan Kampung Bersinar

Kepala BNNK Pagaralam, Andi Kurniawan Wasol.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Pagaralam berkomitmen memberantas Narkoba di Kota Pagaralam. BNN Kota Pagaralam terus berupaya mengubah 10 kawasan zona merah Narkoba atau berstatus daerah bahaya Narkoba menjadi zona hijau, salah satunya dengan mendeklarasikan  Kampung Bersih Narkoba (Bersinar).

Read More

Kepala BNNK Pagaralam, Andi Kurniawan Wasol mengungkapkan, ada 10 kawasan zona merah Narkoba, salah satunya Tebat Giri Indah.

“Sebelum masuk (tugas) pada tahun 2019 di Kota Pagaralam ini, saya tanya pendataan yang kategori merah antara lain Tebat Baru Kelurahan Tebat Giri Indah, ini jadi fokus kami untuk melakukan upaya mengembalikan status kelurahan ini dari merah menjadi kuning, dari kuning menjadi hijau,” ungkap Andi pada Sumselupdate.com, Rabu(24/03/2021).

Menurutnya, dari data pengungkapan kasus BNN dan kepolisian tak sedikit kasus Narkoba di kawasan Pagaralam. Maka itu, salah satu upaya yang dilakukan dalam mengubah kawasan zona merah itu dengan mengajak warga Tebat Baru dan daerah lainnya mendeklarasikan  Kampung Bersih Narkoba (Bersinar).

Kampung ini melibatkan berbagai unsur di 10 kelurahan, antaranya Kelurahan Tebat Giri Indah,Kelurahan Tumbak Ulas, Besemah Serasan dan daerah lainnya baik masyarakat, kelurahan, maupun TNI-Polri .

“Narkoba masih marak karena rendahnya tingkat kepedulian dari berbagai kalangan masyarakat sehingga kita satukan ini betapa pentingnya kesadaran akan bahanya narkoba,” tuturnya.

Dia menerangkan, BNNK Pagaralam pun memulai pengembalian status Pagaralam dari Bahaya ke Waspada dengan melakukan tes urine, dan bisa dimulai dari para pegawai tinggkat kelurahan serta pejabat lainnya di lingkup Pemkot Pagaralam dan akan berlanjut ke warga.

Dia pun berpesan manakala melihat perubahan perilaku pada seseorang, baik pegawai ataupun warga untuk segera di tes urine lantaran indikasi seseorang menggunakan Narkoba bisa dilihat dari perubahan perilakunya.

“Narkoba tak mengenal status dan kedudukan siapapun, kita semua bisa terancam dan saya yakin semuanya mau selamat dari bahaya narkoba. Namun, untuk menyelamatkan warga dari narkoba perlu peran semua pihak, tanpa terkecuali kelompok akademisi, pebisnis, ulama, dan masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, peran serta dukungan dari berbagai pihak baik itu Pemkot Pagaralam, TNI-Polri serta berbagai lapisan masyarakat kota Pagaralam ikut mensukseskan sosialisasi bahaya Narkoba guna menekan peredaran narkoba di Kota Pagaralam.

Alhamdulillah, sekarang status Pagaralam dari Bahaya Narkoba menjadi Waspada Narkoba hal ini di lihat dari turunnya status yang di keluarkan BNN Provinsi Sumatera Selatan, terhitung dari tahun 2019 sampai dengan 2020 status kota Pagaralam peredaran Narkoba meningkat dengan status Daerah Bahaya Narkoba di Tahun 2021 turun menjadi status Waspada Narkoba,” tutupnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.