Palembang, Sumselupdate.com – Dinas Pendidikan Sumatera Selatan meminta kepada sekolah agar tidak memaksakan diri untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jika memang sekolah dianggap belum mampu untuk ikut program tersebut pada ujian tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo, Kamis (23/02/2017) mengatakan, pihak sekolah yang dianggap belum bisa mengikuti program UNBK masih tetap bisa melaksanakanya secara manual atau menggunakan kertas dan tidak perlu memaksa diiri.
Dijelaskan Widodo, sejak lama pemerintah Sumsel sendiri telah memberlakukan program sekolah gratis, yang kemudian dimaksud untuk memfasilitasi semua anak agar bisa mengikuti proses belajar mengajar di sekolah, meski harus diakui, program tersebut belum bisa mengcover secara keseluruhan, yakni sarana dan prasarana untuk belajar mengajar.
“Ujian dengan memakai sarana Komputer merupakan pelengkapnya, yang wajibnya sudah disediakan pemerintah, namun kalau misalnya orang tua yang mampu secara finansial tidak ada salahnya untuk membantu sekolah secara sukarela. Akan tetapi saya tekankan pihak sekolah tidak boleh memaksakan diri apalagi kalau sampai memberatkan para orangtua murid,” ujarnya.
Lebih lanjut Widodo mengharapkan untuk menyamakan persepsi, maka perlu ada komunikasi yang baik antara orang tua dan pihak sekolah, sehingga dikemudian hari tidak ada kesalahan dalam memahami maksud dan tujuan kedua pihak.
“Ya ini bukan kewajiban kalau belum siap tidak usah laksanakan UNBK, selain itu jangan sampai karena program UNBK para orang tua terbebani, apalagi yang tidak mampu secara finansial dipaksakan untuk membayar demi pelaksanaan UNBK,” pungkasnya.
Ia menambahkan jika memang ada orang tua yang tidak mampu atau bisa dibilang kategori miskin harus dibebaskan, dan untuk orang tua yang mampu tidak ada salahnya untuk memberikan fasilitas yang diperlukan anaknya sendiri. (adi)











