Waskita Bertanggungjawab Atas Kerusakan Efek Pembangunan LRT

Kamis, 18 Agustus 2016
Direktur Utama PT Waskita Karya M. Choliq

Palembang, Sumselupdate.com – Pihak PT Waskita Karya janji akan bertanggungjawab atas kerusakan terhadap sejumlah fasilitas umum seperti taman, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), jalan dan lampu penerangan efek pembangunan light rail transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan.

Direktur Utama PT Waskita Karya M. Choliq, Kamis (18/8) menjelaskan efek dari pembangunan light rail transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan banyak fasilitas umum seperti taman, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), jalan dan lampu penerangan yang terganggu akibat proyek LRT. Untuk itu, pihak PT Waskita Karya selaku kontraktor akan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, ia menyampaikan akan mengembalikan kondisi Palembang seperti semula. Selain itu ganti rugi jalan rusak, lampu jalan dan reklame akan dibicarakan dengan gubernur sebagai koordinator dan penanggung jawab wilayah.

“Di awal sudah dijelaskan, misalnya reklame akan dipindahkan dan pemindahan menjadi tanggung jawab pihak waskita. Namun, untuk lokasinya akan dipindahkan merupakan tanggung jawab gubernur. Ya, harus ada kerja sama dan tanggung jawab bersama,” paparnya.

Pihak PT Waskita, lanjut Karya M Cholid, selaku kontraktor LRT saat ini tengah fokus pada pengerjaan proyek LRT yang harus selesai sebelum Asian Games. Kemungkinan pemulihan fasilitas dan sarana kota dilaksanakan di akhir-akhir penyelesaian konstruksi LRT.

“Masalah dalam suatu proyek pembangunan itu biasa. Namun jangan khawatir karena kita bertanggung jawab dan semuanya beres begitu LRT rampung,” tuturnya.

Mengenai pengerjaan LRT, ia mengatakan, pada minggu ini PT Waskita Karya akan melakukan IPO beton bcast. Selanjutnya diharapkan bisa mendapatkan dana segar sekitar Rp 4,5 triliun yang diperuntukan untuk pembangunan beton bcast.

Setelah ini, pihaknya bisa minta dana pendamping dari bank sebesar Rp 9 triliun sehingga Rp 14 triliun dapat dijadikan modal untuk pembangunan.

“Di sini WK posisinya sebagai kontraktor dan bukan pengembang. Jadi, bangun dan bayar sehingga tidak akan rugi. Kami sangat berminat mengembangkan LRT, namun untuk di daerah lain belum tahu sebab kami mengerjakan LRT di Sumsel ditunjuk oleh Presiden RI. Selain itu, pengadaan LRT harus melalui tender,” tegasnya. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts