Laporan: Rahmat Agusman
Martapura, Sumselupdate.com – Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Beras 10 Kg program Kementerian Sosial, diterima tidak utuh oleh warga Kabupaten OKU Timur. Warga disalah satu kecamatan di Kabupaten OKU Timur mengaku hanya mendapat beras hanya separuh dari seharusnya.
“Saya dikasih petugas beras kemasan 10 kilo, tapi petugas berpesan agar beras yang saya terima dibagi dua dengan salah satu penerima lainnya. Jadi kami dapat jatah 5 kilogram satu orang,” ungkap ‘M’ warga Belitang 2.
Selain itu ‘M’ menuturkan, petugas itu juga menambahkan jika beras bantuan tersebut masih sisa akan diberikan kepada dirinya lagi.
“Petugasnya juga ngomong, setelah bantuan ini jangan diharap lagi. Kalau masih ada sisa beras itu akan disalurkan lagi ke saya, tapi kalau sudah habis ya sudah,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Kabupaten OKU Timur, Slamet, mengatakan, bantuan sembako beras 10 kilogram merupakan subsidi tambahan dari pemerintah pusat pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program BST dan PKH di Kabupaten OKU Timur.
Subsidi tambahan ini sengaja diberikan sebagai tambahan Bansos untuk masyarakat bertahan dalam kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus menerus diperpanjang.
“Bantuan beras 10 Kg itu pelengkap program BST dan PKH. Jadi masyarakat yang terdaftar sebagai penerima BST dan PKH ini diberi bantuan tambahan oleh pemerintah pusat berupa beras 10 Kg. Pendistribusian bantuan beras yang langsung dikirimkan oleh PT Bulog itu memang akan dibagikan belakangan mengingat PKH maupun BST sudah atau dalam masa penyaluran ke masing-masing KPM. Oleh sebab itu beras 10 Kg itu di masing-masing kelurahan akan dibagikan dalam waktu yang tidak bersamaan,” tegasnya, Kamis, (12/08/2021)
Terkait jika dalam penyaluran bantuan beras kepada masyarakat dipotong sebanyak 5 kilogram tersebut, Slamet menegaskan jika dirinya tidak mengetahui hal tersebut. Kedepan, pihak Dinsos OKU Timur akan menelusuri masalah seperti ini.
“Nanti akan kami telusuri kenapa sampai terjadi seperti itu,” ujarnya.
Terpisah, Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah ketika diwawancarai wartawan mengaku belum tahu jika di lapangan ada pemotongan terhadap BPNT beras 10 Kg menjadi hanya sebanyak 5 Kg. Ia menjanjikan akan mencari tahu kejadian tersebut.
“Terimakasih informasinya, nanti akan saya tindak lanjuti,”Katanya ketika dibincangi di Gedung Balai Rakyat. (**)











