Lahat, Sumselupdate.com – Sepertinya protes masyarakat terkait masalah angkutan batubara masih terus berlanjut. Bahkan kehadiran Gubernur H Herman Deru yang melakukan soft launching Terminal Batubara Muara Lawai, Kamis (11/4) tidak mendapat respons baik dari masyarakat setempat.
Lantaran dinilai melenceng dari perjanjian awal, membuat puluhan warga Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat menggelar aksi demo ke kantor PT Baguskuning Bima Persada (BBP).
Dihadapan Gubernur Sumsel, puluhan warga Desa Muara Lawai ini menyampaikan keluhan mereka sebagai bentuk protes terhadap PT BBP.
“Perusahaan janji kepada warga untuk stokpile. Lalu, tiba-tiba peresmian lokasi yang dimaksud dibangun untuk Terminal Batubara jalur sungai menggunakan tongkang yang kapasitas bisa mencapai 50 – 10 ton,” ungkap YD.
Kades Muara Lawai Johan menyampaikan, diri sangat setuju dan mendukung warganya. Karena, pihak perusahaan sudah melenceng dari perjanjian awal.
“Pihak PT BBP berjanji akan membangun Stokpile. Kenyataannya lokasi tersebut dijadikan Terminal Batubara jalur Sungai dengan menggunakan angkutan tongkang,” kata Johan.
Di lapangan info yang di dapat awak media diduga PT BBP belum mendapatkan ijin terutama dari warga, kekhawatiran mereka terhadap lingkungan dan sebagainya dari aktivitas yang sangat berdekatan dengan sungai, sementara warga masih menggunakan sungai untuk kepentingan sehari-hari.
Menanggapi hal itu Herman Deru menegaskan, dirinya beberapa waktu lalu jelas sudah menutup agar jalan umum jangan dipakai untuk transportasi batu bara. “Kita lihat dan dengarkan keinginan masyarakat yang sekarang terjadi,” jelasnya.
Gubernur tetap melakukan uji coba melepas tongkang yang mengangkut batubara. (sof)











