Laporan: Henny Primasari
Inderalaya, Sumselupdate.com-Warga Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Inderalaya dan warga Desa Payakabung, Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengeluhkan pengerjaan galian pipa jaringan gas alam rumah tangga yang merupakan proyek Dirjen Migas Kementrian ESDM.
Pasalnya, proyek galian yang tidak rapi tersebut membuat jalan menjadi becek dan warga susah melintas.
“Gali lubang tutup lubang, jalan jadi kotor becek, apalagi galian untuk pipa jargas alam ini pengerjaanya tidak rapi akibatnya aktivitas warga untuk melintas terganggu. Apalagi kalau di jalan besar, kendaraan harus melambatkan lajunya akibatnya macet di jalan,” kata Ye, warga Desa Payakabung kepada jurnalis.
Sementara warga Desa Tanjung Seteko Mal juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, dikarenakan pengerjaaan pengedukan yang tidak rapi pengedukan dan banyak sisa tanah berhamburan terutama di jalan perumahan.
“Kami terhalang saat akan melintas, kalau hujan jalan becek, kalau kemarau berdebu. Jadi harus segera ditanam pipanya sehingga lubang galian bisa ditutup dan dirapikan,” harapnya
Sementara itu Humas PT Eltran Adi mengatakan, pekerjaan tersebut akan segera diselesaikan sehingga tidak mengganggu warga saat melintas.
“Kami hanya meneruskan pekerjaan galian pipa jargas yang lama saja. Sebelumnya bukan kami yang melakukan penggalian sehingga tidak rapi. Ibaratnya kasarlah, kami sekarang yang menghalusi. Lagi pula tenaga kami sudah orang lokal semua ada yang dari Meranjat, OI, Palembang, Muaraenim dan sebagainya. Kami ini dari pihak KMB yang merupakan subcon PT Eltran, dan sekarang merapikan pekerjaannya,”jelasnya
Disebutkannya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kades terkait galian pipa tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan kades, setiap lubang galian dipasangi police line. Yang jelas pekerjaan ini kami lakukan dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Humas sebelumnya PT Eltran Jimy sangat menyayangkan pernyataan Humas PT Eltran Adi yang merupakan subcon KMB. “Ibaratnya dia ini ‘kan dapat pekerjaan dari PT Eltran, karenakan sebagai subcon kok malah menyalahkan pekerjaan sebelumnya. Kalau memang dia bisa ya lakukanlah, kalau memang jelek ya diperbaiki. Seharusnya jangan menjelek-jelekkanlah, kita juga masih satu kesatuan. Ya, saya sangat menyayangkanlah,” jelasnya. (**)











