Wali Murid SMA Negeri 2 Lubuklinggau Persoalkan Sumbangan Sekolah

Senin, 3 September 2018
Pihak sekolah memberikan pengarahan kepada siswa dan wali.

Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Kesepakatan sumbangan antara pihak SMA Negeri 2 Model Kota Lubuklinggau dan pengurus komite dimediasi ulang, lantaran terjadi miskomunikasi antara pihak sekolah dan beberapa wali murid yang tergabung dalam pengurus komite.

Hal itu lantaran ada sejumlah wali murid protes karena merasa tidak dilibatkan dalam rapat komite yang telah disepakati tersebut. Diketahui jumlah sumbangan Rp405.000 disampaikan kepada siswa yang direncanakan untuk rehap lokal dan pengadaan fasilitas Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), diantaranya pengadaan komputer 30 unit, mobiler kursi dan meja, serta Air Conditioner (AC).

Read More

Menurut Elpan, salah satu wali murid, sempat terjadi protes dari siswa dan wali murid yang merasa tidak dilibatkan dan tidak hadir dalam kesepakatan pertama antara pihak komite dan pihak sekolah, hal itu dikarenakan undangan yang diberikan kepada siswa tidak sampai kepada orangtua

Dan ada juga orang tua yang tidak berkesempatan hadir di rapat pertama tersebut. “Melihat sudah ditetapkan nominal dan peruntukannya sebenarnya kita tidak keberatan namun hanya miskomunikasi saja,” ujarnya.

Dia menambahkan, kedatangan pihaknya kesekolah hanya ingin meluruskan dan menyatukan persepsi saja, tidak bermaksud untuk memprotes apa yang telah di tetapkan.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Model Lubuklinggau, Yulianti dihadapan wartawan mengatakan, pokok permasalahannya sudah selesai hanya miskomunikasi semata, akan diagendakan ulang untuk kembali menyatukan persepsi. “Dalam waktu dekat kita akan agendakan dan akan kita pastikan semua wali murid dan murid hadir untuk membahasnya,” ungkapnya.

Yulianti menambahkan, berdasarkan kesepakatan terdahulu kalau uang sumbangan tersebut bisa dibayar bertahap dengan tempo hingga desember mendatang, guna meringankan beban bagi yang tidak mampu, selain itu untuk siswa yang bersaudara kandung (satu tanggungan orang tua) cukup bayar satu saja.

Makanya setelah di rekap hanya 940 siswa dari 960 siswa yang akan membayar sumbangan tersebut.”Intinya kita berdasarkan kesepakatan bersama dan berusaha meringankan, harapan kita ini memcapai kata mufakat demi kelancaran dan bagusnya sekolah milik kita bersama,” pungkasnya. (ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts