Palembang, Sumselupdate.com – Orang tua siswa SMPN 19 Palembang bersama Liga Mahasiswa Nasionl Untuk Demokrasi ( LMND) menemukan gudang buku diduga ilegal milik salah satu penerbit ternama.
Gudang tersebut berada di lorong sempit depan SMPN 19, tempat tersebut awalnya merupakan sebuah bedeng yang disulap menjadi gudang buku.
Saat ditemukan bersama sejumlah awak media, gudang tersebut berisi ribuan buku yang disusun berdasarkan mata pelajaran dan kelas siswa. Layaknya sebuah toko buku, gudang dijaga petugas marketing penerbit buku dan saat bersamaan seorang wali murid yang sedang memilih buku.
“Dari informasi yang kami dapat, sekolah terindikasi bekerja sama secara terselubung dengan penerbit buku Erlangga agar siswa membeli buku ke penerbit tersebut dan ternyata info itu benar, kita menemukan gudangnya,“ ujar Edho Rizi, Ketua LMND didampingi rekan-rekannya dan Pengacara dari SHS Law Firm, Kamis (10/8/2017).
Usai meminta klarifikasi terkait dugaan pungli dan penjualan buku di SMP N 19 Palembang, LMND bersama orang tua siswa didampingi pengacara langsung mendatangi bedeng yang menjadi gudang buku tersebut. Rombongan mendapati tumpukan buku keluaran dari satu penerbut yang bisa ditaksir harganya ratusan juta rupiah.
“Informasinya, siswa diwajibakan membeli buku dari Erlangga dan pihak sekolah memberikan mata pelajaran dan PR dari buku sesuai dengan yang ditawarkan penerbit tersebut. Parahnya lagi, buku tidak boleh difotokopi dari teman sekolah. Jelas ini ada apa apa, “ ujar Edho.
Rahmad Edwin, Marketing Penerbit Buku Erlangga yang berada di tempat berusaha menutup pintu dan enggan memberikan keterangan, termasuk ketika diminta kondirmasi oleh awak media. “Maaf pak saya hanya marketing yang menggantikan teman saja di sini. Silakan hubungi kantor Erlangga Palembang saja,” ujarnya sambil menghalangi awak media mengambil gambar.
Padahal jelas nama Rahmad Edwin, SE, tertera dalam draft penawaran buku pendamping dan buku soal-soal 2017 dari Erlangga yang dibagikan ke siswa SMPN 19 Palembang. Buku yang berjumlah 11 item ini bernilai Rp634.000.
Saat dikonfirmasi ke kantor Penerbit Erlangga Palembang, yang beralamat di Jalan Demang Lebar Daun, Kepala Cabang Penerbit Buku Erlangga Palembang tidak mau ditemui dengan alasan sibuk dan awak media hanya ditemui pihak securyti saja.
Awalnya pihak Erlangga bersedia ditemui dan diminta menungg, karen kepala cabang lagi istirahat makan. Namun beberapa menit kemudian pihak Erlangga mendadak membatalkan acara dan mengatakan kepala cabang sedang di luar kota.
“Maaf mas, tadi saya sudah telpon atasan dan mendapat Instruksi bahwa Kacab keluar kota,” ujar salah satu Security yang tak mau disebutkan namanya. (yud)











