Wakil Ketua MPR: Pancasila Jalan Tengah Dasar Kita Bernegara

Selasa, 1 Agustus 2023

Kaltim, Sumselupdate. com- Wakil Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani menghadiri sekaligus menjadi pemateri utama acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika) kerjasama MPR dengan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Al-Arsyadi Kalimantan Timur, di Aula Pertemuan, Kompleks Ponpes Al-Arsyadi, Senin (31/7/2023).

Kepada seluruh santri dan santriwati Ponpes Islam Al Arsyadi sebagai peserta sosialisasi, Ahmad Muzani mengatakan, Empat Pilar itu adalah Empat Pilar bernegara sebagai penyangga seluruh bangsa dalam bernegara.

Read More

“Empat pilar satu kesatuan, tidak bisa tiga pilar apalagi hanya satu. Seperti sebuah bangunan, dia akan kuat jika ditopang empat pilar. Jika hanya tiga atau satu, bangunan itu akan mudah roboh,” ujar Pimpinan MPR dari Partai Gerindra ini.

Menurut Ahmad Muzani, pilar pertama Pancasila, sebagai rumusan bernegara yang telah disepakati pendiri bangsa, Pancasila memastikan kehidupan seluruh anak bangsa Indonesia, tetap dalam ideologi Pancasila.

“Pancasila adalah rumusan tengah kesepakatan pendiri negara kita untuk mendirikan Indonesia, yang lahir dari hasil perdebatan panjang para bapak bangsa. Ada yang menginginkan negara didasarkan pada nasional sekuler tanpa sentuhan agama. Di satu sisi berpendapat negara harus berdasarkan Islam, karena mayoritas pemeluk Islam. Dari hasil pemikiran yang dalam dan panjang, keluarlah Pancasila sebagai jalan tengah sebagai dasar kita bernegara, “kata Muzani.

Dikatakan, UUD NRI Tahun 1945 atau konstitusi yang merupakan sebuah rancang bangun aturan dasar di Indonesia. Pasal-pasal dalam UUD itu, diterjemahkan dalam aturan turunan yakni UU yang kemudian dilaksanakan dalam berbagai bidang kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

“Pelaksanaan atau mewujudkan amanah UUD menjadi tantangan tersendiri bagi pemimpin bangsa sebagai pengelola negara. Contohnya bagaimana melaksanakan UUD Pasal 33 yang menyebutkan bumi, air dan seluruh kekayaan yang terkandung di dalam, digunakan bagi kemakmuran rakyat, sehingga memberikan keadilan dan kemakmuran secara nyata,”tuturnya.

Disebutkan, itulah pentingnya para santri sebagai generasi muda bangsa, harus berperan aktif mensukseskan sekaligus memberikan suara dengan benar dan bijak dalam proses demokrasi lima tahunan, yang akan dihadapi bangsa ini tanggal 14 Februari 2024. Proses dimana bangsa Indonesia harus mencari pemimpin yang bisa mewujudkan amanah konstitusi yakni, menciptakan rakyat adil dan makmur.

“Dalam proses demokrasi, selain mendapatkan pemimpin nasional yang amanah dan tangguh, rakyat akan mendapatkan wakil rakyat yang juga amanah. Karena merekalah nanti menjadi mitra pemerintah membuat dan mengesahkan UU, menyusun anggaran dan melakukan pengawasan jalannya pemerintahan sesuai amanah UUD,” tegasnya.

Intinya, lanjut Ahmad Muzani, dalam bernegara dan melaksanakan Empat Pilar, ujungnya persatuan dan kebersamaan. Sebab, tanpa itu semua bangsa ini sangat mudah tercerai berai dan segala aktifitas mengisi pembanguan bangsa tidak akan berjalan.

“Coba pikirkan, kita ini bisa duduk ditempat ini, bisa dengan tenang belajar, orang tua kalian bisa ke sawah atau kebun, bisa ke kantor bisa mengajar, bisa ngaji, bisa ke masjid karena ada persatuan, karena ada kebersamaan, karena ada kerukunan yang ujungnya adalah perdamaian, yang ujungnya adalah ketenangan,”jelasnya.

Dia mengajak seluruh peserta sosialisasi bersyukur di Indonesia, masih terjaga persatuan, persaudaraan dan kerukunan sehingga tercipta keamanan. “Karena itu, saya mengajak suasana damai harus sama-sama kita jaga mulai saat ini, pra dan pasca pelaksanaan Pemilu 2024, sebab itu merupakan tanggung jawab bersama. Saya datang jauh-jauh dari Jakarta ke sini, hanya ingin membawa pesan ini, pesan persatuan untuk saudara-saudaraku di Kalimantan Timur,” tandasnya.

Sosialisasi Empat Pilar sendiri berlangsung lancar, turut hadir dalam acara, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur Ir. H. Seno Aji, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kertanegara Alif Turiadi, Pemimpin Yayasan Ponpes Al-Arsyadi Abuya KH. Saifuddin Marzuki dan Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Al-Arsyadi.(duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts