PALI, Sumselupdate.com –Sebanyak sembilan orang warga, yang tersebar di dalam lima kecamatan di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). yakni, Talang Ubi, Tanah Abang, Penukal Utara, Penukal, dan Abab, mengalami gizi buruk.
Tak hanya itu, 23 warga lainnya ternyata juga mengalami kekurangan asupan gizi, sehingga sangat berpotensi jumlah penderita gizi buruk akan meningkat.
Setelah mengetahui persoalan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI segera mengambil tindakan dengan cara membagikan enam ton biskuit yang dijadikan sebagai bahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Enam ton biskuit ini merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Bantuan tersebut telah siap untuk disebarkan kepada seluruh ibu hamil, bayi dibawa lima tahun (balita), dan anak Sekolah Dasar (SD), yang berada di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hingga ke pelosok desa.
“Bukan hanya kurang gizi dan gizi buruk saja, di Kabupaten PALI ini juga kita berhasil menemukan sebanyak 42 ibu hamil, yang ternyata juga mengalami kekurangan energi protein. Sehingga kita perlu melakukan follow up untuk memberikan juga makanan tambahan selama tiga bulan terhadap para ibu hamil ini,” beber Kadinkes PALI, dr Hj Eni Zatila, MKm.
Untuk itu dirinya mengajukan permohonan agar bisa memberikan bantuan berupa PMT, yang nantinya akan diutamakan dalam peruntukan masyarakat yang mengalami gizi kurang dan gizi buruk di Kabupaten PALI.
“Jadi, selain untuk ibu yang sedang hamil, balita, dan anak SD. Kita juga akan memprioritaskan pemberian PMT ini, untuk masyarakat yang mengalami kekurangan gizi dan gizi buruk. Sehingga, angka penderita yang selama ini ada akan berkurang, bahkan bisa hilang. Namun kita perlu kerjasam dengan segala sektor, karena faktor kemiskinan juga menjadi penyebabnya,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan Mantan Direktur RSUD Talang Ubi ini, pembagian PMT itu sendiri, pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan seluruh Puskesmas yang berada di bawah jajaranya, sehingga bisa langsung diberikan kepada para penerimanya. Namun, harus melalui pendataan terlebih dahulu, untuk meminimalisir terjadinya pembagian tidak tepat sasaran.
“Nanti bantuan PMT ini akan kita distribusikan ke setiap Puskesmas yang ada. Jadi mereka yang akan memberikanya kepada masyarakat, sesuai dengan pendataan yang saat ini sedang dilangsukan. Kita berharap dengan adanya pemberian bantuan ini, maka masyarakat bisa terbantu dan bisa terhindar dari kekurangan gizi,” harapnya. (adj)











