Laporan: Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupdate.com – Viral disosial media seorang sopir di Palembang diduga ditampar oleh pengendara lain, hanya gara-gara tersinggung ditegur menerobos kemacetan yang justru membuat kemacetan semakin parah.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Torpedo, 20 Ilir, Kemuning, Palembang, kamis siang sekita pukul 14:30 WIB (27/08).Korban adalah Ripianto (31), menjelaskan ia didatangi oleh pasangan yang tak lain adalah pengendara yang ia tegur menerobos kemacetan tersebut.
“Saya ini sopir ngangkat besi kebetulan, kemarin lewat di sana. Karena kita tahu jalan itu sempit dan saat kejadian itu ada mobil yang berhenti di depan, jadi kita yang di belakang ikut mengantre sehingga kondisi jalanan memang agak macet,” jelasnya.
Disaat kemacetan itulah, tiba tiba pelaku yang datang arah berlawanan masuk lajur kanan menerobos kemacetan membuat lebih parah.
“Saat menerobos kebetulan kan mobil pelaku ini berhenti di samping mobil saya. Kemudian saya tegur lah mobil tersebut,” imbuh dia.
Lantaran itulah, kemudian kemacetan semakin ruyam, warga sekitar pun yang melihat situasi itupun mencoba mengevakuasi mobil pelaku.
Usai di bantu warga, pasangan dari pengendara itu lantas turun menghampiri mobil korban.
“Pertama itu istrinya dulu yang turun memaki-maki saya, saya diamkan. Terus istrinya manggil-manggil suaminya, suaminya pun turun dan melakukan penganiayaan itu terhadap saya,” katanya.
Ripianto menyadari jika meladeni penganiayaan yang dilakukan pengendara tersebut akan berurusan panjang, untungnya rekan sebelahnya korban itu lantas merekam aksi pelaku menampar wajah korban.
Bahkan terlihat pelaku tersebut berapa kali mengintimidasi Ripianto dan juga mencekik leher korban.
Pasca kejadian itu, Ripianto melaporkan aksi penganiayaan itu Polsek Kemuning palembang.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi mengaku akan mengecek terlebih dahulu terkait laporan tersebut. Dia mengaku akan berkoordinasi dengan Polsek setempat.
“Akan kita cek dulu. Kita akan backup Polseknya,” kata Kasat, dikonfirmasi terpisah. (**)











